Prabowo Subianto Gandeng Imperial College London Bangun Universitas Medis
Presiden Prabowo Subianto berencana membangun 10 universitas kedokteran dan sains baru di Indonesia dengan menggandeng perguruan tinggi top dunia, Imperial College London. Rencana strategis tersebut dibahas saat menerima kunjungan delegasi kampus asal Inggris tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (22/6/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan informasi tersebut usai mendampingi delegasi dalam pertemuan bersama Presiden, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kampus asal Inggris ini dipilih karena memiliki reputasi global yang sejajar dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Stanford University, bahkan menempati peringkat kedua dunia dalam QS World University Rankings 2027.
"Dibicarakan rencana Bapak Presiden mendirikan 10 medical dan science university, nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College," kata Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kerja sama ini nantinya akan mencakup penyusunan kurikulum, penyiapan standar pengajaran, penelitian bersama, hingga program profesor tamu. Pemerintah Indonesia bermaksud memanfaatkan keunggulan riset berskala global yang dimiliki oleh institusi yang berpusat di South Kensington, London tersebut.
"Jadi nanti kurikulumnya, penyiapan standar pengajaran, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya," kata Brian Yuliarto.
Imperial College London merupakan perguruan tinggi negeri berbasis riset yang berdiri sejak 1907 dan berfokus pada bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics, Medicine, and Business (STEMMB). Berdasarkan Research Excellence Framework (REF) 2021, universitas ini memiliki proporsi penelitian berkelas dunia tertinggi di Inggris, menjadikannya mitra strategis bagi berbagai perusahaan teknologi, farmasi, energi, dan keuangan global.
"Kami menggabungkan kekuatan dalam sains, teknik, kedokteran, dan bisnis dengan penemuan ilmiah, inovasi, dan kewirausahaan untuk menciptakan dampak nyata bagi dunia," kata Profesor Hugh Brady, Presiden atau Rektor Imperial College London.