Pakai Kaus Bendera Confederate Mark Lee Tuai Kontroversi Upper Room Minta Maaf

Share

Mantan anggota grup idola NCT, Mark Lee, tersandung kontroversi tidak lama setelah mengumumkan kembali ke industri musik melalui label Upper Room. Isu tersebut mencuat karena kaus yang ia kenakan dalam sebuah acara.

Seperti dikutip dari Detikcom, sebuah foto yang tersebar di media sosial memperlihatkan Mark Lee memakai kaus berwarna biru-abu. Perhatian warganet tertuju pada motif bagian dada pakaian tersebut yang menampilkan bendera Confederate.

Berdasarkan data situs adl.org, panji bendera Confederate awalnya muncul pada Perang Saudara Amerika Serikat tahun 1861. Lambang ini digunakan oleh negara-negara bagian yang memisahkan diri demi mempertahankan sistem perbudakan.

Walaupun sebagian kalangan di wilayah Selatan Amerika Serikat menganggap motif tersebut sebagai warisan sejarah, simbol ini lebih lekat dengan gerakan penentangan hak-hak sipil serta kesetaraan ras pada era 1950-an dan 1960-an.

Banyak pihak mengaitkan bendera Confederate dengan simbol kebencian, perbudakan, serta rasisme. Terlebih lagi, kelompok supremasi kulit putih seperti Anti-Defamation League turut mengadopsinya sebagai lambang mereka.

Penggunaan pakaian tersebut oleh Mark Lee memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan masyarakat luas di media sosial. Manajemen Upper Room kemudian merilis klarifikasi tertulis pada Selasa (23/6/2026) malam.

"Halo, ini Upper Room.

Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan kekecewaan yang disebabkan oleh kaus vintage yang muncul dalam foto yang baru-baru ini dibagikan.

Pakaian tersebut dipilih semata-mata karena merupakan barang koleksi vintage.

Namun, setelah menyadari signifikansi historis dan sensitivitas yang terkait dengan simbol yang ditampilkan pada kaus tersebut, kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa simbol tersebut tidak akan terlihat dalam konten resmi apa pun. Terlepas dari upaya ini, gambar tersebut kemudian dibagikan secara eksternal, sehingga simbol tersebut terlihat dan menimbulkan kekhawatiran yang dapat dimengerti di kalangan masyarakat.

Terlepas dari niatnya, kami menyadari bahwa masalah ini seharusnya ditangani dengan lebih cermat dan hati-hati. Kami bertanggung jawab penuh atas kelalaian ini.

Upper Room dan sang artis dengan tegas menolak dan tidak mentolerir rasisme, kebencian, diskriminasi, atau bentuk intoleransi apa pun.

Kami memahami keseriusan kekhawatiran yang telah disampaikan dan sangat menyesali keresahan yang ditimbulkan oleh insiden ini.

Kami juga berterima kasih kepada mereka yang telah menyampaikan masalah ini kepada kami.

Perhatian. Kami menghargai masukan yang telah kami terima dan

Kami mendengarkan dengan saksama kekhawatiran yang disampaikan oleh komunitas kami. Sebagai tanggapan, vi kami akan memperkuat prosedur peninjauan internal kami untuk pemilihan pakaian dan persetujuan konten guna membantu mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.

Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati, tersinggung, atau kecewa dengan situasi ini. Kami tetap berkomitmen untuk bertindak dengan lebih bertanggung jawab, sadar, dan penuh perhatian ke depannya."

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author