Luka Modric Catat Penampilan Ke-200 Bersama Timnas Kroasia
Kapten Tim nasional Kroasia Luka Modric mencetak sejarah sebagai pemain keempat dalam sejarah sepak bola pria yang mencapai 200 penampilan internasional saat menghadapi Panama pada pertandingan kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Toronto, Selasa, 23 Juni 2026. Pertandingan krusial ini menjadi momen kebangkitan Kroasia setelah sebelumnya menelan kekalahan telak 4-2 dari Inggris pada laga pembuka di Stadion AT&T, Arlington. Gelandang berusia 40 tahun tersebut kini sejajar dengan Cristiano Ronaldo, Bader Al-Mutawa, dan Lionel Messi sebagai pemain dengan caps internasional terbanyak di dunia.
Pelatih kepala Kroasia Zlatko Dalic memberikan pujian tinggi kepada Modric yang dinilainya tetap menjadi sosok sentral dan teladan bagi para pemain muda di dalam skuad berjuluk Vatreni tersebut.
"He truly is a phenomenon, and helps me," kata Zlatko Dalic. Dalic menambahkan bahwa mantan peraih Ballon d'Or tersebut merupakan perpanjangan tangannya di lapangan yang selalu menunjukkan cara berperilaku yang baik di tim nasional.
"He’s my right hand on the pitch," tutur Zlatko Dalic. Menurut Dalic, dedikasi Modric menjadi panutan nyata bagi generasi baru Kroasia seperti Martin Baturina, Petar Sucic, dan Luka Vuskovic.
"Luka Modric sets an example to all on how we should do things, and I think he’s a role model for the young players who are yet to come, and how to prepare, and how to play, and how to behave in a national team." cetus Zlatko Dalic. Ketangguhan sang kapten yang tetap bermain menggunakan topeng pelindung wajah akibat cedera fraktur faksial juga menuai kekaguman dari rekan setimnya, Mateo Kovacic. "His key feature is the fact that he never gives up," puji Mateo Kovacic.
Kovacic menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan Modric di dalam maupun di luar lapangan sudah tidak perlu dipertanyakan lagi oleh publik.
"This is what he has shown in the past years, and I think there is no need to talk any more about his qualities. He’s the leader on the pitch and outside the pitch." sambung Mateo Kovacic. Setelah jeda istirahat selama hampir satu minggu, Dalic menekankan bahwa timnya harus tampil berani dan menentukan karena menyandang status favorit dalam laga melawan Panama. "Once you lose, you keep waiting for the new game to come," tekad Zlatko Dalic.
Kroasia menargetkan poin penuh demi menjaga peluang lolos ke babak 32 besar sekaligus membalas dukungan komunitas diaspora Kroasia di Kanada.
"So it was a longer period of time, six or seven days in a row. But [on Tuesday] we must be very courageous, very brave, very decisive, determined. We are the favourite.
We have to act like it, and we expect results." pungkas Zlatko Dalic. Dalic juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendukung di Toronto yang diharapkan menjadi pemain ke-12 bagi timnya.
"I wholeheartedly thank them for the support they’ve provided to us," sebut Zlatko Dalic. Kroasia optimistis atmosfer stadion akan membantu mendongkrak performa tim setelah evaluasi total pasca kekalahan dari Inggris.
"It’s a good thing for them, it’s a big thing for them, as well as for us playing in Toronto. We expect great support from the stands. We really expect the audience to be our 12th player.
We’ll do our best not to disappoint them." tutup Zlatko Dalic. Di sisi lain, Panama juga mengincar kemenangan pertama mereka setelah kalah menyakitkan dari Ghana pekan lalu, meski harus kehilangan gelandang jangkar Adalberto Carrasquilla akibat cedera. Pelatih Panama Thomas Christiansen menyatakan bahwa sistem pertahanan rendah yang diusungnya tetap berpotensi menciptakan kejutan besar di turnamen ini.
"I am ambitious, but I’m also realistic," ungkap Thomas Christiansen.
Christiansen merujuk pada banyaknya hasil tidak terduga yang sudah terjadi sepanjang Piala Dunia 2026 sebagai motivasi skuadnya. "because in this World Cup we’ve seen interesting results with where people did not expect these results. So, why couldn’t we be one of those teams that surprises in a positive way?" urai Thomas Christiansen.
| RANK | PLAYER | COUNTRY | Confederation | Caps | Debut | Latest |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Cristiano Ronaldo | Portugal | UEFA | 230 | August 20, 2003 | June 23, 2026 |
| 2. | Bader Al-Mutawa | Kuwait | AFC | 202 | September 4, 2003 | June 14, 2022 |
| 3. | Lionel Messi | Argentina | CONMEBOL | 201 | August 17, 2005 | June 22, 2026 |
| 4. | Luka Modrić | Croatia | UEFA | 200 | March 1, 2006 | June 23, 2026 |
| 5. | Soh Chin Ann | Malaysia | AFC | 195 | November 19, 1969 | October 18, 1984 |
| 6. | Ahmed Kano | Oman | AFC | 193 | September 25, 2003 | December 2, 2019 |
| 7. | Hassan Al-Haydos | Qatar | AFC | 187 | August 9, 2008 | June 13, 2026 |
| 8. | Ahmed Hassan | Egypt | CAF | 184 | December 29, 1995 | May 22, 2012 |
| 9. | Andrés Guardado | Mexico | CONCACAF | 180 | December 14, 2005 | October 15, 2024 |
| 10. | Sergio Ramos | Spain | UEFA | 180 | March 26, 2005 | March 31, 2021 |
| YEAR | MATCHES | GOALS |
|---|---|---|
| 2006 | 12 | 2 |
| 2007 | 10 | 1 |
| 2008 | 11 | 3 |
| 2009 | 3 | 1 |
| 2010 | 8 | 0 |
| 2011 | 9 | 1 |
| 2012 | 9 | 0 |
| 2013 | 10 | 0 |
| 2014 | 11 | 2 |
| 2015 | 4 | 0 |
| 2016 | 8 | 1 |
| 2017 | 8 | 1 |
| 2018 | 15 | 2 |
| 2019 | 9 | 2 |
| 2020 | 6 | 0 |
| 2021 | 13 | 4 |
| 2022 | 16 | 3 |
| 2023 | 10 | 1 |
| 2024 | 12 | 3 |
| 2025 | 10 | 1 |
| 2026 | 6 | 1 |
| Total | 200* | 29 |