Donald Trump Tegaskan Dana Iran Hanya untuk Pangan dan Obat

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran hanya dapat memanfaatkan dana yang dicairkan dari rekening terbeku untuk membeli bahan pangan dan perlengkapan medis dari AS. Kebijakan ini disampaikan guna meredakan kekhawatiran domestik terkait perkembangan perundingan damai kedua negara.

Pernyataan tersebut dilansir dari Bloombergtechnoz langsung mendapat bantahan keras dari pihak Teheran. Ketidaksesuaian klaim ini memicu perdebatan baru mengenai poin krusial dalam negosiasi, khususnya terkait status inspeksi fasilitas nuklir yang kini memanas.

Saling lempar argumen ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan politik dalam negeri terhadap pemerintah AS. Senat AS yang dipimpin Partai Republik bahkan melakukan pemungutan suara simbolis untuk menghentikan perang dengan Iran sebagai bentuk teguran bagi Trump.

Di luar dinamika politik, jalur logistik global turut bergerak setelah Iran dan Oman mengumumkan penyusunan kesepakatan tata kelola Selat Hormuz. Langkah ini mencakup rincian biaya manajemen transit kapal di jalur pelayaran vital dunia tersebut.

Sentimen kawasan turut memengaruhi sektor energi dengan melemahnya harga minyak Brent menjadi US$76,88 per barel pada hari Selasa. Nilai tersebut merosot tajam dari puncaknya yang sempat menyentuh US$125 per barel pada akhir April lalu.

Melalui media sosial, Trump menjelaskan bahwa dana miliaran dolar yang dibuka kembali akan ditempatkan dalam rekening penampungan terkontrol. Dana tersebut nantinya dialokasikan untuk membeli komoditas pertanian asal AS seperti jagung, gandum, dan kedelai.

Trump juga mengklaim bahwa Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tingkat tertinggi untuk jangka panjang. Isu ini menjadi bagian utama dalam upaya menyudahi konflik empat bulan sekaligus menjaga keamanan jalur Selat Hormuz.

Merespons hal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyangkal seluruh pernyataan sepihak tersebut. Baghaei menegaskan bahwa dana yang dicairkan akan digunakan secara bebas oleh Iran dengan cara apa pun yang dianggap tepat.

Baghaei juga menolak mentah-mentah klaim seputar persetujuan pengawasan reaktor nuklir oleh pihak internasional.

"Kami tidak pernah bertemu dengan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan tidak memiliki rencana bagi badan tersebut untuk melakukan inspeksi terhadap fasilitas nuklir Iran," katanya.

Meskipun demikian, Trump tetap bersikeras pada argumennya dan menyatakan bahwa pihak Teheran sengaja melempar narasi yang keliru demi konsumsi publik domestik mereka sendiri.

"Mereka salah," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya mengenai komentar Baghaei. "Mereka tahu mereka salah. Mereka mengatakan itu kepada kami secara langsung dan kami memiliki catatannya, inspeksi 100 persen. Jika mereka benar, saya akan membatalkan pertemuan ini sekarang juga."

Sikap defensif dari presiden AS ini muncul karena derasnya kritik dari kelompok pendukung kebijakan pertahanan garis keras di partainya. Strategi Trump mengunci dana untuk produk pertanian dinilai strategis demi menarik simpati basis pemilih petani menjelang pemilu sela.

Di sisi lain, para kritikus nota kesepahaman mengkhawatirkan dana jumbo tersebut akan disalahgunakan. Mereka cemas Iran bakal memanfaatkan anggaran itu untuk membangun kekuatan militer serta menyokong kelompok sekutunya seperti Hizbullah.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengungkapkan bahwa dana beku senilai US$12giga miliar akan dicairkan dalam dua tahap yang sama besar. Namun hingga saat ini, pihak otoritas Washington belum memberikan konfirmasi resmi mengenai nominal pasti tersebut.

Kendati diwarnai aksi saling bantah, perundingan bilateral dilaporkan masih berjalan dengan arah yang cukup positif. Sejumlah pihak yang terlibat dalam proses mediasi ini tetap menunjukkan optimisme tinggi terhadap tercapainya kesepakatan final.

Kendala besar yang tersisa kini berfokus pada ketegangan bersenjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Iran menganggap kehadiran militer Israel di wilayah selatan Lebanon melanggar kesepakatan awal dan menuduh AS ikut bertanggung jawab atas pelanggaran gencatan senjata.

Guna mencari jalan keluar, putaran kelima perundingan yang dimediasi oleh pihak AS antara Israel dan Lebanon terus bergulir. Proses diplomasi intensif tersebut dilaporkan berlangsung di kota Washington.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author