Kemenkes Soroti Kandungan Natrium Tersembunyi dalam Kecap Manis

Share

Kandungan dalam kecap manis kembali menjadi perhatian publik setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melalui akun media sosialnya mengingatkan bahwa bumbu ini dapat meningkatkan risiko hipertensi. Penambahan kecap pada berbagai hidangan masakan rumahan tanpa disadari menjadi sumber natrium yang tinggi.

Dilansir dari Detik Health, satu sendok makan kecap manis dapat mengandung sekitar 350 hingga 500 mg natrium meski rasanya tidak asin. Jumlah tersebut tergolong besar mengingat World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI menetapkan batas konsumsi natrium harian di bawah 2.000 mg.

Konsumsi beberapa sendok kecap dalam satu porsi makanan dapat memenuhi sebagian besar kuota natrium harian. Penumpukan natrium berlebih memicu tubuh menahan cairan sehingga volume darah meningkat, membuat jantung bekerja lebih keras, dan berisiko memicu tekanan darah tinggi dalam jangka panjang.

Rasa manis yang dominan dari gula sering kali membuat masyarakat tidak menyadari adanya kandungan garam. Padahal, garam merupakan salah satu bahan utama dalam proses pembuatan kecap manis.

Pada metode tradisional, kedelai yang diolah harus melalui tahap fermentasi dalam larutan garam. Langkah ini berfungsi mendukung pertumbuhan mikroorganisme fermentasi yang dibutuhkan serta mencegah munculnya mikroba patogen berbahaya.

Kondisi tersebut diperkuat oleh kajian fermentasi yang dipublikasikan dalam jurnal Food Research International tahun 2019. Penelitian itu menyebutkan bahwa proses pembuatan kecap melibatkan larutan garam pada tahap fermentasi moromi yang menjadi penyumbang utama unsur natrium.

Keberadaan garam ini menciptakan fenomena natrium tersembunyi atau hidden sodium pada produk yang tidak berasa asin kuat. Selain pada kecap manis, karakteristik ini juga ditemukan dalam saus, kaldu instan, bumbu penyedap, serta makanan olahan kemasan.

Dampak Cairan Tubuh Terhadap Tekanan Darah

Natrium sebenarnya adalah mineral penting untuk menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi saraf, dan mengontrol kontraksi otot. Namun, asupannya harus dibatasi agar tidak mengganggu stabilitas cairan tubuh.

Kadar natrium yang terlalu tinggi memaksa tubuh menahan lebih banyak air demi menjaga keseimbangan konsentrasi darah. Dampaknya, tekanan pada dinding pembuluh darah meningkat seiring bertambahnya volume darah yang bisa memicu penyakit kardiovaskular.

Beberapa studi menunjukkan bahwa pengurangan konsumsi natrium secara konsisten efektif membantu menurunkan tekanan darah. Manfaat ini sangat terlihat pada penderita hipertensi atau individu yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap garam.

Panduan Mengonsumsi Kecap Manis Berdasarkan Anjuran Medis

Masyarakat tidak perlu sepenuhnya menghilangkan kecap manis dari menu harian karena faktor penentu utama adalah akumulasi total asupan natrium harian.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, memberikan saran mengenai batasan penggunaan bumbu ini agar tetap aman bagi tubuh.

"Sebaiknya menggunakan kecap manis secukupnya hanya sebagai penambah rasa bukan sebagai komponen utama makanan. Saran pilih kecap dengan kandungan natrium yang rendah dan kadar gula yang rendah," ujar dr Aru saat dihubungi detikcom, Selasa (23/6/2026).

Konsumen diimbau untuk membiasakan diri membaca label informasi nilai gizi pada kemasan produk sebelum membeli. Langkah tersebut mempermudah pemantauan jumlah natrium yang masuk ke tubuh agar tidak melewati ambang batas aman.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author