AirAsia X Tunda Pembayaran Pemasok Akibat Lonjakan Harga Bahan Bakar
AirAsia X Bhd. dilaporkan belum dapat melakukan pembayaran kepada pemasok dan meminta penundaan pembayaran untuk setidaknya selusin pesawat setelah harga bahan bakar yang lebih tinggi membebani keuangan maskapai tersebut pada Rabu (24/6/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Rolls-Royce Holdings Plc telah memberi tahu bahwa maskapai penerbangan berbiaya rendah itu gagal membayar Perjanjian TotalCare untuk perawatan mesin jet. Perusahaan manufaktur tersebut membuat dan merawat mesin untuk sekitar sepersepuluh dari seluruh armada AirAsia yang berjumlah sekitar 250 pesawat.
Secara terpisah, maskapai juga meminta beberapa perusahaan penyewaan pesawat untuk menunda pembayaran sewa lebih dari 16 pesawat. Konflik Iran memicu lonjakan biaya bahan bakar yang sangat merugikan maskapai murah karena keterbatasan ruang gerak untuk menaikkan tarif bagi penumpang.
CEO AirAsia X Group, Bo Lingam memberikan penjelasan mengenai respons dari pihak perusahaan penyewaan pesawat terkait pengajuan penundaan tersebut.
"beberapa perusahaan leasing memahami situasi dan telah memberi perusahaan waktu tambahan untuk melakukan pembayaran." kata Bo Lingam, CEO AirAsia X Group.
Di sisi lain, salah satu pendiri AirAsia memberikan tanggapan terkait hubungan perusahaan dengan pihak Rolls-Royce serta kondisi pembayaran sewa jet maskapainya.
"kami mungkin berselisih dengan Rolls-Royce mengenai perlakuan mereka terhadap mesin kami." ujar Tony Fernandes, Salah Satu Pendiri AirAsia.
Fernandes menambahkan bahwa situasi pembayaran sewa pesawat tersebut bukan merupakan sesuatu yang aneh. Dirinya juga membantah bahwa maskapai sedang mengalami kesulitan keuangan.
"tidak ada yang aneh." kata Tony Fernandes, Salah Satu Pendiri AirAsia.
Menurut Fernandes, perusahaan tidak mengalami kesulitan keuangan karena mereka masih mampu meminjam uang dari pihak luar. AirAsia awal tahun ini telah mengumpulkan dana sebesar US$230 juta melalui kesepakatan kredit swasta dari Deutsche Bank AG.