Boston Sambut Laga Inggris Kontra Ghana dengan Kemeriahan Piala Dunia

Share

Kota Boston dan sekitarnya dipadati oleh gelombang suporter sepak bola menjelang pertandingan babak grup Piala Dunia 2026 antara tim nasional Inggris dan Ghana pada Selasa, 23 Juni 2026, di Foxborough, Massachusetts. Pertandingan keempat yang digelar di negara bagian Massachusetts ini dijadwalkan memulai sepak mula pada pukul 16:00 waktu setempat, atau pukul 15:00 waktu Ekuador. The Boston Globe melaporkan bahwa Inggris hadir sebagai salah satu tim favorit turnamen, sementara Ghana membutuhkan poin penuh demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Laga ini diprediksi berlangsung di bawah guyuran hujan ringan yang persisten dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 21 derajat Celsius, sehingga penonton disarankan membawa jas hujan.

Area FIFA Fan Fest telah menjadi pusat berkumpulnya para suporter yang mengenakan atribut tim sejak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai meskipun hujan gerimis terus turun. Antrean panjang untuk membeli minuman, makanan, dan suvenir resmi terlihat di area tersebut, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertandingan ini.

Gelombang kedatangan suporter ini juga terlihat di South Station, di mana para pendukung berjalan membawa bendera di tengah cuaca kota yang mendung. Ross Dearden, seorang warga Inggris berusia 41 tahun yang tinggal di Los Angeles, rela melakukan perjalanan keliling Amerika Serikat demi mendukung timnya meskipun tidak mendapatkan tiket pertandingan akibat lonjakan harga tiket resmi maupun reventa.

"Simplemente amamos el fútbol", ujar Ross Dearden. Suporter lain, Richard Morris yang berusia 61 tahun, sengaja datang dari Minnesota untuk menyaksikan laga ini karena suasana hujan mengingatkannya pada tanah kelahirannya di London selatan. "Se siente como un verano de Londres o un verano inglés, así que estaremos cómodos", kata Richard Morris.

Lonjakan jumlah turis ini bahkan mengubah operasional beberapa bisnis lokal, seperti bar The Dubliner yang memilih tutup pada hari Selasa guna mengistirahatkan karyawannya setelah lonjakan pengunjung dalam dua pekan terakhir.

"Hemos decidido darles un día libre a nuestros empleados y cerrar hoy; han trabajado increíblemente duro durante las últimas dos semanas y se lo merecen", tulis pihak pengelola bar The Dubliner di akun Instagram resminya. Simbol bersejarah kota seperti Old North Church juga ikut meramaikan suasana dengan menyalakan dua lentera ikoniknya pada Senin malam sebagai bentuk candaan untuk menyambut kedatangan suporter Inggris. "Que estos dos faroles sean una advertencia para los dueños de bares y tabernas de Boston", tulis pihak Old North Church di media sosial seperti dikutip dari The Boston Globe.

Di sisi lain, kehadiran komunitas Ghana di New England membawa dampak budaya yang mendalam, terutama bagi warga keturunan seperti anggota Kongres Rhode Island, Gabe Amo.

"Hemos hablado de esto como un motivo de orgullo cultural", ujar Gabe Amo. Amo menegaskan bahwa ajang ini menjadi kesempatan berharga untuk terhubung kembali dengan identitas budayanya sebagai generasi pertama warga Amerika keturunan Ghana.

"Como estadounidense de primera generación, en muchos sentidos es una oportunidad para conectar con una parte de mi identidad que no suele ser el tema principal, y eso me llena de orgullo", kata Gabe Amo. Untuk pertandingan kali ini, Amo secara terbuka memberikan dukungannya kepada tim nasional Ghana yang berstatus sebagai tim non-unggulan.

"Hoy estamos con Ghana. Vamos a alentar al no favorito, y veremos qué pasa en la cancha", tutur Gabe Amo. Dukungan serupa menguat di Worcester, wilayah dengan salah satu komunitas Ghana terbesar di AS, yang masih mengingat kekalahan menyakitkan dari Uruguay pada Piala Dunia 2010. Emmanuel Larbi, pemilik restoran Accra Girls yang berusia 33 tahun, menggambarkan memori kekalahan dramatis akibat handsball Luis Suarez tersebut dengan sangat singkat.

"Dolor agonizante", ujar Emmanuel Larbi.

Kesedihan akibat momen tersebut juga dirasakan oleh Aminu Ben, seorang pekerja konstruksi berusia 34 tahun, yang mengaku momentum kelulusan SMA-nya ikut rusak karena kekalahan tersebut. "Simplemente me fui a casa", kenang Aminu Ben. Sementara itu dari kesiapan tim, gelandang Inggris Declan Rice bersiap mencatatkan penampilan ke-75 bersama negaranya setelah tampil gemilang bersama Arsenal sepanjang musim.

Dalam konferensi pers menjelang laga, gelandang berusia 27 tahun tersebut memberikan pujian tinggi kepada kapten tim, Harry Kane.

"Para mí, es uno de esos jugadores de los que les hablarás a los niños, de cómo pudiste jugar con Harry Kane", ucap Declan Rice. Pada laga perdana Inggris yang berakhir dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, Rice menyumbang satu umpan matang untuk gol Harry Kane sebelum mengawal lini tengah bersama Elliot Anderson pada babak kedua.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author