Roberto Martinez Bantah Isu Perpecahan Timnas Portugal di Piala Dunia
Isu perpecahan internal membayangi persiapan tim nasional Portugal menjelang laga krusial babak grup Piala Dunia 2026 melawan Uzbekistan, setelah gelombang kritik netizen menyerang sejumlah pemain akibat performa Cristiano Ronaldo yang dinilai menurun.
Sorotan tajam muncul setelah Portugal ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo pada pertandingan pembuka Grup K hari Rabu, di mana gol sundulan Joao Neves pada menit keenam berhasil dibalas oleh Yoane Wissa sebelum babak pertama usai.
Ronaldo yang kini berusia 41 tahun tampil penuh selama 90 menit tetapi gagal mencetak gol, mencatatkan statistik minim berupa 25 kali sentuhan bola dan tiga tembakan tanpa satu pun yang menemui sasaran.
Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari para pendukung striker Al-Nassr itu di media sosial, terutama setelah gelandang muda Joao Neves memberikan komentar terkait status sang kapten di dalam skuad.
"We know what Ronaldo has done for our national team, but at this moment I feel that for him, and for everyone, he's one of us. He's more player trying to help, he's no different to the others. He's here to contribute like we all will," ujar Joao Neves, Gelandang Timnas Portugal.
Pernyataan tersebut memicu banjir komentar negatif di akun Instagram Neves dan kekasihnya, termasuk tuntutan dari fans agar para pemain lebih sering mengalirkan bola kepada Ronaldo.
Selain Neves, penyerang sayap Francisco Conceicao juga menjadi sasaran kemarahan netizen di dunia maya setelah memberikan pandangannya mengenai kerja sama tim di lapangan.
"Cristiano has the quality to score goals, there's no one like him in that respect, and we don't have that obligation, that need to pass him the ball," kata Francisco Conceicao, Penyerang Timnas Portugal.
Conceicao menambahkan bahwa operan diberikan murni berdasarkan insting lapangan demi posisi terbaik, bukan karena melihat reputasi individu rekan setimnya.
"For example, speaking for myself, I pass the ball to whoever is best positioned. It's not like I have time to think about the face of the team-mate next to me, we do it by instinct, it's milliseconds, there's no time for that, and Cristiano is here to help like any other team-mate on the national team," tambah Francisco Conceicao, Penyerang Timnas Portugal.
Kritik eksternal juga datang dari mantan penyerang Arsenal, Thierry Henry, yang menilai fokus utama di atas lapangan harus tetap tertuju pada kemenangan tim, bukan capaian individu.
"One thing that's important, people, please, at home: The team needs to score, not you [Ronaldo] need to score," cetus Thierry Henry, Pengamat Sepak Bola FOX Sports.
Meski tekanan publik menguat akibat kegagalan Ronaldo mencetak gol dalam 10 laga beruntun di turnamen mayor, pelatih Roberto Martinez dengan tegas membela keputusannya untuk terus memainkan sang kapten.
"It makes no sense to get the best goal scorer in world football out in a game that you need goals," tegas Roberto Martinez, Pelatih Timnas Portugal.
Martinez juga membantah rumor adanya keretakan ruang ganti dan memastikan seluruh elemen tim nasional Portugal tetap bersatu padu menghadapi laga berikutnya.
"We're more united, we're stronger," ucap Roberto Martinez, Pelatih Timnas Portugal.
Menurut Martinez, ketegangan dan kebisingan media merupakan hal yang lumrah dalam atmosfer Piala Dunia, namun hal itu tidak menggoyahkan komitmen internal mereka.
"Our focus is on the team. We're more united than before we arrived. There's no tension," sambung Roberto Martinez, Pelatih Timnas Portugal.
Martinez memuji profesionalisme Ronaldo yang dinilainya tetap menjadi panutan terbaik bagi para pemain muda dalam hal pemulihan fisik serta kedisiplinan latihan.
"He's an example, as a captain," cetus Roberto Martinez, Pelatih Timnas Portugal.
Sang pelatih menambahkan bahwa determinasi Ronaldo untuk berkontribusi tidak berkurang sama sekali, meskipun skuad tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa akibat hasil imbang di laga perdana.
"And he's reacted as a captain, with a lot of experience. He wants to contribute, and he's a role model for our team," puji Roberto Martinez, Pelatih Timnas Portugal.
Martinez menyatakan bahwa etos kerja penyerang veteran tersebut tetap menjadi standar tertinggi di dalam tim nasional.
"He's probably the biggest example of how to recover, how to train. But that doesn't take away the feeling of frustration we all have, as a team," tutur Roberto Martinez, Pelatih Timnas Portugal.
Portugal dijadwalkan menghadapi Uzbekistan pada matchday kedua Grup K di mana kemenangan menjadi harga mati untuk mengamankan tiket menuju babak 32 besar.