FIFA Ajukan Perubahan Aturan Adu Penalti Piala Dunia Mendatang
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengusulkan perubahan aturan adu penalti menjelang babak sistem gugur Piala Dunia kali ini demi mewujudkan keadilan yang lebih besar bagi tim peserta. Langkah yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya ini diajukan di tengah-tengah turnamen yang sedang berjalan. Melalui regulasi baru tersebut, setiap tim yang bertanding nantinya dapat memilih untuk mengambil tendangan penalti pertama atau menentukan lokasi gawang di hadapan para pendukungnya.
Berdasarkan laporan surat kabar Mirror yang mengutip harian Inggris The Times, pejabat FIFA telah mengadakan pembicaraan intensif dengan Dewan Federasi Sepak Bola Internasional (IFAB). Diskusi dengan badan pembuat peraturan sepak bola tersebut dilakukan untuk membahas pengajuan amandemen terhadap regulasi turnamen.
Dewan IFAB harus segera mengambil keputusan resmi sebelum pertandingan sistem gugur pertama dimulai pada Minggu malam mendatang. Tenggat waktu ini diperlukan agar perubahan aturan dapat langsung diterapkan di sepanjang sisa turnamen.
Regulasi permainan yang berlaku saat ini mewajibkan dua kali pengundian koin dalam sesi adu penalti. Pengundian pertama berfungsi untuk menentukan tim yang melakukan tendangan pertama, sedangkan pengundian kedua untuk menentukan gawang yang akan digunakan. Melalui amandemen terbaru, FIFA berupaya memangkas prosedur tersebut menjadi hanya satu kali pengundian koin. Pemenang undian akan mendapatkan hak memilih opsi pertama, sementara tim yang kalah otomatis memperoleh pilihan kedua.
Kebijakan baru ini dinilai FIFA sebagai metode yang jauh lebih adil dalam mengatur jalannya adu penalti. Langkah tersebut diambil guna menghindari adanya keuntungan ganda yang selama ini bisa didapatkan oleh satu tim dalam prosedur lama.