Rheza Danica dan Arbi Aditama Soroti Pentingnya Astra Honda Dream Cup
Ajang balap satu merek Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026 dinilai memiliki peran krusial sebagai sarana penunjang pembinaan bagi para pembalap muda, khususnya peserta Astra Honda Racing School (AHRS).
Hal tersebut ditegaskan oleh dua pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Rheza Danica Ahrens dan Fadillah Arbi Aditama, seperti dikutip dari Bola.
PT Daya Adicipta Motora (DAM) bersama Astra Honda Motor (AHM) menyelenggarakan kompetisi AHDC 2026 ini di Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 23 dan 24 Mei 2026.
Kejuaraan ini berfungsi sebagai bagian dari pembinaan pembalap yang terstruktur di Indonesia sekaligus wadah bagi pembalap regional untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi bersama AHRS dan AHRT.
Rheza Danica Ahrens, yang kini bersaing di Asian Road Racing Championship (ARRC), menyebut kompetisi ini sangat positif dalam membentuk profesionalisme pembalap muda sejak dini.
"Tentunya ini ajang yang sangat bagus untuk pembalap muda Honda, karena di sini para pembalap diajarkan untuk lebih profesional, terutama karena adanya Racing Shool," ujar Rheza Danica Ahrens.
"Mereka dididik untuk profesional dari semua aspek, mulai dari sebelum balapan, seperti persiapan, sampai ketika mereka balapan. Ajang ini sangat bagus untuk proyek ke depannya, apalagi bagi pembalap Honda," kata Rheza Danica Ahrens.
Fadillah Arbi Aditama mengekspresikan kerinduannya terhadap atmosfer kompetisi AHDC yang pernah ia ikuti, sekaligus menekankan pentingnya ajang ini untuk memberikan pengalaman berskala nasional bagi siswa AHRS.
"Saat saya datang ke sini kemarin, jujur saya sempat kangen. dulu saya sering ikut ajang AHDC ini. Ajang ini sangat bagus, terutama bagi anak-anak AHRS agar merasakan atmosfer kompetisi nasional," ujar Fadillah Arbi Aditama.
Arbi juga melihat adanya pertumbuhan minat yang kuat pada dunia balap di tingkat daerah, yang dipicu oleh kiprah pembalap Indonesia di kancah internasional.
Pembalap asal Yogyakarta ini mencontohkan kemunculan Veda Ega Pratama yang menjalani debut pada kompetisi Moto3 tahun ini sebagai salah satu faktor pendorong semangat para pembalap muda.
"Sekrasang sudah banyak pembalap bagus dari daerah. Apalagi saya tinggal di Jogja, hampir semua pembalap sekarang rata-rata latihan di sana, mulai dari yang muda sampai pembalap-pembalap kecil yang potensinya berkembang dengan baik," kata Fadillah Arbi Aditama.
"Apalagi ada efek dari Veda Ega di Moto3 pada tahun ini, aya sangat senang melihatnya," ujar Fadillah Arbi Aditama.