Chiamaka Okudoh Ketahui Kehamilan Setelah Alami Jerawat Hormonal Parah

Share

Fluktuasi hormon selama masa kehamilan dapat memicu berbagai macam perubahan fisik pada tubuh wanita. Salah satu kondisi yang kerap muncul akibat perubahan tersebut adalah timbulnya jerawat hormonal.

Kondisi ini dialami oleh seorang ibu bernama Chiamaka Okudoh. Dirinya baru menyadari sedang mengandung setelah area wajahnya dipenuhi oleh jerawat hormonal yang cukup intens.

Seperti dikutip dari HaiBunda, Chiamaka awalnya tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan masalah kulit di wajahnya tersebut muncul tiba-tiba.

Setelah melakukan pemeriksaan dan tes medis atas saran dari dokter, wanita tersebut baru menyadari bahwa dirinya sedang berbadan dua.

"Dokter menyuruh saya untuk melakukan tes, tetapi saya sudah tahu bahwa saya mengalami jerawat hormonal. Namun saat itu, saya tidak tahu apa itu jerawat hormonal, jadi saya melakukan tes dan ternyata saya hamil," katanya, dilansir BBC.

Kondisi jerawat yang menyerang wajah ibu tiga anak ini tergolong parah. Chiamaka bahkan sempat mendapatkan respons negatif dari lingkungan sekitar akibat perubahan pada kulitnya.

"Kalau saya ingat apa yang orang bilang soal jerawat hormonal ini, saya bakal menangis," ungkapnya.

"Hal-hal yang orang-orang ceritakan pada saya, kalau diingat, saya akan menangis, karena itu dilontarkan dari orang-orang yang seharusnya mengerti apa yang sedang saya alami."

Dokter yang menanganinya menjelaskan bahwa perubahan pada tubuh merupakan hal yang wajar selama masa mengandung. Untuk mengatasinya, Chiamaka memilih fokus merubah pola makan.

"Kalau saya tidak mengobatinya dari dalam, itu tidak akan berhasil, karena semuanya terjadi di dalam tubuh. Saya lalu mulai menjalani gaya hidup sehat, dengan berhenti minum soda, berhenti makan es krim, pizza, dan burger," ujar Chiamaka.

"Saya mulai makan sayuran dan buah-buahan. Saya juga mulai berhenti makan semua makanan berlemak, dan mulai makan makanan sehat."

Secara medis, jerawat merupakan gangguan kulit yang memicu kemunculan bercak serta membuat kulit menjadi lebih berminyak. Kondisi ini terkadang memicu rasa sakit saat area kulit disentuh.

Dokter spesialis kulit, Dr. Anjali Mahto, menjelaskan bahwa masalah ini bukan sekadar persoalan estetika. Hal ini merupakan kondisi medis yang dipengaruhi hormon serta faktor genetik.

"Jerawat adalah label yang digunakan oleh dokter kulit untuk menggambarkan kondisi kulit," kata Mahto.

Faktor Pemicu Selama Masa Kehamilan

Peningkatan kadar hormon pada trimester pertama menjadi penyebab utama kelenjar minyak memproduksi cairan alami kulit secara berlebih. Kondisi inilah yang memicu sumbatan dan jerawat.

Dokter kulit Debra Jaliman, MD, menjelaskan bahwa risiko lebih tinggi mengintai wanita yang memiliki riwayat jerawat sebelum hamil atau saat awal siklus menstruasi.

"Jika tidak mengalami jerawat selama trimester pertama kehamilan, kemungkinan besar perempuan tidak akan mengalami jerawat yang tidak biasa selama trimester kedua atau ketiga," ungkap dokter kulit Debra Jaliman, MD, melansir dari Web MD.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Masalah kulit ini umumnya bersifat sementara dan akan mereda secara alami ketika kadar hormon tubuh kembali seimbang setelah melahirkan.

Ibu hamil disarankan untuk menghindari penggunaan obat resep maupun produk kimia bebas tanpa konsultasi. Pengobatan mandiri yang aman di rumah menjadi pilihan terbaik.

"Tetapi sebelum memulai perawatan jerawat apa pun saat hamil atau berencana untuk hamil, coba bicarakan dengan dokter tentang apa yang terbaik dan teraman untuk kita," ujar Jaliman.

Terdapat beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan guna meminimalkan risiko sumbatan pori-pori dan menjaga kesehatan kulit wajah.

Gunakan pembersih wajah yang bertekstur lembut, bebas kandungan alkohol, tidak abrasif, serta formula bebas minyak saat membasuh muka.

Gunakan kain lap lembut atau kapas bersih untuk mengusap wajah. Bersihkan sisa sabun menggunakan air hangat, keringkan dengan tepukan lembut, lalu pakai pelembab.

Hindari membasuh muka terlalu sering karena bisa memicu produksi minyak berlebih. Bagi pemilik rambut berminyak, disarankan mencuci rambut setiap hari tanpa produk styling berminyak.

Pastikan untuk mengganti sarung bantal secara berkala. Hindari kebiasaan memegang area wajah dengan tangan kotor serta batasi menempelkan layar ponsel langsung ke kulit wajah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author