Kementerian Desa Gembleng Puluhan Ribu Manajer Melalui Latsarmil Komcad
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal membekali puluhan ribu calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih melalui pelatihan dasar militer, Selasa (23/6/2026), demi memperkuat rasa cinta Tanah Air.
Program ini menyasar 30.000 calon manajer koperasi dan 5.476 calon pengelola kampung nelayan, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyatakan bahwa pembentukan karakter ini menyasar kalangan muda.
"Yang pertama, ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap negeri yang sangat kita cintai ini. Karena kan berbagai latar belakang, masih muda-muda, perlu penebalan rasa cinta terhadap bangsa dan negara," kata Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Peningkatan kedisiplinan dinilai krusial mengingat para peserta memegang tanggung jawab besar dalam mengawal program kerja kepresidenan di tingkat desa.
"Yang kedua itu tentu disiplin, ya. Karena mereka akan menjadi ujung tombak, sebagai orang yang dipercaya oleh negara untuk hadir di desa, mengawal program-program Bapak Presiden, yaitu sebagai manajer," tambah Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Yandri menegaskan peran manajer sangat vital dalam menentukan arah keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih.
"Perlu semangat, perlu upgrade jiwa raganya. Dan itu memang perlu pelatihan khusus," tutur Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Pelaksanaan latihan yang digelar secara serentak ditujukan untuk memupuk kekompakan dan kerja sama tim karena mereka akan ditempatkan di wilayah pelosok.
"Malu mungkin kalau dia tidak berhasil, temannya berhasil. Jadi ini membangun apa namanya, tim yang kuat, teamwork. Karena mereka akan bertugas di ujung-ujung desa, ada di ujung-ujung negeri ini yang, ya mungkin akan terpisah dengan orang tuanya, jauh dengan kampung halamannya. Maka ini perlu mental yang kuat," ucap Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Pelibatan aparat keamanan dipandang sebagai langkah tepat karena institusi tersebut memiliki kompetensi dalam membentuk kedisiplinan tingkat tinggi.
"Dan ini perlu pelatihan dasar kedisiplinan, dan itu yang punya kapasitas itu kan tentu, ya TNI dan Polri, kan? Jadi saya kira, kita mengapresiasi program ini, sehingga ketika mereka diterjunkan, lahir batin mereka siap untuk Merah Putih," tambah Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Aspek kepemimpinan dan performa manajer di lapangan diharapkan dapat memicu keberhasilan tata kelola kelembagaan secara keseluruhan.
"Dan manajer membawai juga banyak tenaga-tenaga yang lain di desa itu. Ya kan, sehingga manajer harus menunjukkan seorang manajer yang kuat, lahir batin. Nah ini penting performance-nya di tampakkan, baik kepada di lingkungan Kopdes itu sendiri maupun kepada masyarakat. Sehingga dengan begitu, ujungnya adalah keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih itu," tutur Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Secara teknis, materi mengenai kepemimpinan dan wawasan kebangsaan telah disiapkan oleh pihak terkait, termasuk dilansir kantor berita Antara pada Kamis (18/6).
"Melalui latsarmil Komcad, peserta dibekali ilmu dan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, semangat pengabdian, serta etos kerja yang kuat," kata Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI.
Secara keseluruhan, total peserta program mencapai 35.476 orang yang disebar ke 67 satuan TNI di seluruh Indonesia.
"Pelatihan kedisiplinan dilaksanakan selama 30 hari dan dilanjutkan dengan pelatihan manajerial selama 15 hari," ujar Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI.