IHSG Melemah ke Posisi 6.101 tapi Jadi yang Terbaik di Bursa Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks mengalami penurunan sebesar 15,35 poin atau setara 0,25% ke level 6.101.
Koreksi ini sejatinya jauh lebih landai dibandingkan situasi pada perdagangan siang hari. Saat itu, IHSG sempat merosot tajam hingga hampir menyentuh angka 2%.
Penurunan ini menempatkan pasar saham Indonesia di barisan yang sama dengan mayoritas bursa utama di Asia yang sedang memerah. Meski demikian, performa IHSG tercatat sebagai yang paling tangguh di wilayah tersebut.
Sepanjang jam perdagangan, indeks bergerak fluktuatif dengan menyentuh level terendah pada posisi 5.993. Sementara itu, titik tertinggi yang sempat dicapai berada di level 6.121.
Aktivitas pasar melibatkan volume perdagangan yang mencapai 41,54 miliar lembar saham. Transaksi tersebut membukukan nilai perdagangan sebesar Rp32,94 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,79 juta kali.
Secara keseluruhan, sebanyak 373 saham bergerak melemah dan 282 saham mengalami penguatan. Di sisi lain, terdapat 160 saham yang posisinya tidak berubah atau stagnan.
Sektor teknologi, keuangan, dan energi menjadi penekan utama pergerakan indeks dengan penurunan masing-masing sebesar 1,04%, 0,62%, dan 0,61%. Namun, sektor kesehatan melonjak 3,96% dan menjadi penahan koreksi.
Sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps) berhasil bangkit dan membatasi kejatuhan indeks. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 40 poin atau 1,39% ke level Rp2.910 per saham.
Langkah positif juga diikuti oleh saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Saham ini melonjak sebesar 85 poin atau menguat 5,34% hingga parkir di posisi Rp1.675 per saham pada penutupan.
Penyelamatan indeks dari koreksi yang lebih dalam ditopang oleh aksi beli pada beberapa saham berbobot besar. Rebound saham-saham ini memberikan kontribusi poin yang signifikan terhadap pergerakan indeks.
| Nama Emiten (Kode) | Sumbangan Poin |
|---|---|
| 6,3 | 4,8 |
| 4,17 | 3,23 |
| 3,14 | 2,98 |
| 2,49 | 1,95 |
| 1,85 | 1,72 |
Di sisi lain, laju pemulihan indeks tertahan oleh pelemahan massal sejumlah saham lainnya. Emiten-emiten ini menyumbang pengurangan poin yang cukup besar terhadap total pergerakan harian indeks.
| Nama Emiten (Kode) | Pengurangan Poin |
|---|---|
| 20,77 | 9,41 |
| 7,86 | 2,63 |
| 2,11 | 2 |
| 1,95 | 1,77 |
| 1,69 | 1,41 |
Perbandingan Kinerja Bursa Saham Asia
Pelemahan yang melanda pasar modal domestik sejalan dengan tren negatif di tingkat regional. Mayoritas indeks saham utama di kawasan Asia mengakhiri perdagangan di zona merah dengan persentase penurunan yang bervariasi.
| Indeks Saham (Negara) | Persentase Melemah |
|---|---|
| KOSPI (Korea) | 9,99% |
| KOSDAQ (Korea) | 7,94% |
| NIKKEI 225 (Jepang) | 3,55% |
| CSI 300 (China) | 2,77% |
| TOPIX (Jepang) | 2,56% |
| Shenzhen Comp. (China) | 2,35% |
| SETI (Thailand) | 2,11% |
| Hang Seng (Hong Kong) | 1,82% |
| Shanghai Composite (China) | 1,37% |
| Weighted Index (Taiwan) | 1,32% |
| KLCI (Malaysia) | 1,23% |
| SENSEX (India) | 1,06% |
| IHSG (Indonesia) | 0,25% |
Proyeksi Arah Indeks Selanjutnya
Melihat pergerakan teknikal yang terjadi, analis dari Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa kemampuan indeks kembali ke atas level 6.100 merupakan indikator penting. Perkiraan rentang pergerakan berada di area 6.000 hingga 6.150 untuk perdagangan Rabu (24/6/2026).
Pandangan serupa datang dari Panin Sekuritas yang menilai indeks berhasil melewati fase uji support di kisaran 5.883 hingga 5.970. Pembentukan pola candle Hammer memberikan peluang bagi indeks untuk berbalik menguat.
“IHSG berpotensi rebound menuju resistance 6.287–6.377,” analisis Panin pada penutupan perdagangan harian, Selasa (23/6/2026).