Aksi Jual Investor Asing Seret Indeks Kospi Korsel Anjlok

Share

Aksi jual bersih masif oleh investor asing senilai lebih dari 4 triliun won memicu penurunan tajam indeks saham acuan Korea Selatan, Kospi, hingga 9,1 persen dari level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (23/6). Koreksi mendalam pada sektor teknologi ini memaksa lembaga pengelola bursa Korea Exchange (KRX) mengaktifkan circuit breaker untuk menghentikan perdagangan sementara selama 20 menit. Kejatuhan bursa Negeri Gingseng dipimpin oleh kemerosotan saham produsen chip terkemuka, di mana SK Hynix anjlok lebih dari 12 persen dan Samsung Electronics merosot di atas 10 persen. Tekanan jual tersebut muncul setelah pasar mengalami reli panjang dan memicu kekhawatiran terkait tingginya valuasi pasar serta sentimen negatif dari sektor teknologi Amerika Serikat.

Manajer portofolio Allspring Global Investments, Gary Tan, memberikan pandangan mengenai kerentanan pasar modal Korea Selatan saat ini yang dipengaruhi oleh pergerakan modal domestik.

"Setelah reli yang panjang yang didorong oleh momentum, pasar Korea menjadi semakin sensitif terhadap perubahan sentimen investor ritel, terutama karena perhatian kini tertuju pada penggunaan leverage oleh investor individu," kata Gary Tan dikutip dari Bloomberg, Selasa (23/6). Menurutnya, fluktuasi tajam seperti ini kerap diperparah oleh kondisi likuiditas dan posisi instrumen derivatif di pasar.

Di sisi lain, data Korea Financial Investment Association mencatat nilai pinjaman margin untuk investasi saham oleh investor lokal telah menyentuh rekor tertinggi sebesar 38,5 triliun won pada bulan ini. Chief Investment Officer Eugene Asset Management, Ha SeokKeun, menilai penurunan ini merupakan dampak langsung dari akumulasi keuntungan oleh para pelaku pasar.

"Penjualan besar-besaran ini tampaknya terutama dipicu oleh aksi ambil untung setelah reli tajam yang terjadi sebelumnya, karena pasar sudah berada dalam kondisi jenuh beli," ujar Ha SeokKeun. Ia menambahkan bahwa tingginya pemanfaatan dana pinjaman atau leverage oleh investor ritel turut memperlebar ruang koreksi saat sentimen negatif eksternal datang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author