Pemadaman Listrik Mengancam Kualitas Pangan Rumah Tangga di Sejumlah Wilayah
Pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir berpotensi menurunkan kualitas pangan yang disimpan di lemari pendingin rumah tangga akibat terganggunya kestabilan suhu penyimpanan, Senin (22/6/2026).
Dilansir dari Bloomberg Technoz, dr Tan Shot Yen selaku ahli gizi mengingatkan bahwa gangguan pada pasokan listrik ini tidak hanya menurunkan kadar gizi, tetapi juga memicu risiko makanan menjadi basi dan membusuk lebih cepat.
Produk pangan yang memerlukan pembekuan atau penyimpanan dingin menjadi kelompok paling rentan karena membutuhkan suhu stabil di bawah 5 derajat Celsius di dalam chiller atau freezer agar tetap aman dikonsumsi.
"Bukan cuma kualitas, tapi risiko basi dan busuk. Semua yang harus masuk chiller, suhu 5 derajat Celsius ke bawah, dan suhu beku," kata Tan kepada Bloomberg Technoz, Senin (22/6).
Tan menjelaskan bahwa makanan yang disimpan di lemari pendingin sebenarnya tidak steril, sehingga kenaikan suhu ke kisaran kritis dapat memicu pertumbuhan mikroba berbahaya.
"Bukan terjangkit, tapi makanan yang disimpan kan bukan barang steril. Artinya mikroba bisa tumbuh di suhu kritis 5 sampai 60 derajat Celsius," ujarnya.
Dampak pemadaman ini dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk Tina, seorang karyawan swasta di Sawangan, Depok, yang mengalami pemadaman berdurasi dua hingga empat jam beberapa kali dalam sepekan terakhir.
"Kadang bisa 2-4 jam mati lampunya," kata Tina kepada Bloomberg Technoz, Senin (22/6).
Keluhan berbeda disampaikan oleh Adit, warga Bekasi yang mengeluhkan ketiadaan informasi jelas dari pihak PLN mengenai pemadaman yang terjadi tiga kali dalam seminggu di wilayahnya.
"Sudah 3 kali dalam seminggu ini, tapi anehnya nggak ada informasi sama sekali," katanya kepada Bloomberg Technoz.
Adit menambahkan bahwa gangguan listrik tersebut merusak pasokan air harian dan membuat kesegaran bahan makanan yang disimpan menjadi terganggu.
"Mending pada mundur deh kalau nggak bisa kerja ya para pejabat," katanya dengan nada kesal.
Keluhan serupa juga membanjiri media sosial X, salah satunya dari akun @fearless yang mengkhawatirkan kondisi lemari pendinginnya akibat mati listrik empat kali seminggu, serta berdampak buruk pada pelaku usaha makanan lokal.
"Dalam 1 minggu udh 4x mati listrik. kulkas butut gue sepertinya akan mati jika hal ini terus terjadi. yg palaing kasihan pengushaa ayam filet ayam2 nya bau busuk dan terbuang. jualan teh pochi gak bisa di pres hadehhh," ungkapnya.
Sementara itu, pengguna lain dengan akun @cinnamwl menyatakan kecemasannya terhadap simpanan ASI perah (ASIP) dan produk segar karena pemadaman berlangsung hampir setiap hari selama dua pekan dengan durasi minimal tiga jam.
"Uda 2 minggu ini pasti ada aja mati listriknya durasi min 3 jam. Aku liat bahan makanan di freezer juga sedih, apalagi yg punya asip ama usaha makanan fresh beneran sih nangissss," katanya.