Kris Modifikasi Daihatsu Ceria Jadi Daihatsu Mira JDM Total

Share

Seorang pemilik kendaraan bernama Kris mengubah mobil Daihatsu Ceria lansiran tahun 2003 miliknya menjadi Daihatsu Mira JDM secara total di Depok pada Minggu (21/6). Proyek perombakan ini mencakup pergantian komponen secara menyeluruh, termasuk menyematkan mesin asli milik Daihatsu Mira yang dipasarkan khusus di Jepang, seperti dilansir dari Detik Oto.

"Konsepnya tetap JDM (Japan Domestic Market) nggak ada yang pakai (komponen) aftermarket atau modifikasi, karena memang produknya produk Daihatsu, Daihatsu Mira," ungkap Kris.

Kendaraan perkotaan kompak yang menjadi bahan modifikasi tersebut awalnya dibekali mesin 850 cc ED-10 dengan 3 silinder SOHC dan 6 katup. Varian Daihatsu Ceria sendiri tercatat pernah meramaikan pasar otomotif di Indonesia dalam kurun waktu antara tahun 2000 sampai 2006.

"Di Jepang, mobil ini dikenal dengan nama Daihatsu Mira. Di Indonesia, produk ini dijual dengan nama Daihatsu Ceria," tambah Kris.

Proses pengerjaan pergantian struktur dinilai tidak menemui kendala berarti karena kedua model tersebut berbagi basis yang sama. Kesamaan pada bagian sasis membuat pemasangan komponen pendorong dan mekanikal lainnya dapat menerapkan sistem pasang langsung.

"Dudukan, sasis, semuanya itu sama. Jadi kami nggak perlu mengubah. Kita hanya PnP (Plug n Play). Termasuk convert bagian mesinnya," katanya lagi.

Tingkat perubahan pada mobil produksi 2003 ini dilaporkan sudah menyentuh angka 80 persen dari kondisi awal. Struktur yang dipertahankan dari komponen asli Ceria kini tersisa pada area sasis, bodi bagian tengah, serta pintu.

"Sementara interiornya semua pakai Mira, termasuk jok, dashboard, hingga sound system-nya," bilang Kris.

Sektor dapur pacu mengalami penurunan kapasitas silinder dari standarnya yang berukuran 850 cc. Sebagai gantinya, ruang mesin sekarang diisi oleh unit penggerak bawaan Mira berkapasitas 650 cc yang sudah dilengkapi dengan perangkat induksi paksa turbo.

"Untuk biayanya, habis sekitar seratusan (juta) udah sama bahan. Paling mahal mesin, kurang lebih bisa habis 40-50 juta rupiah. Sedangkan part yang paling susah itu velg, karena Enkei Jepang ini ring 14 agak susah, dapatnya agak lama," tukas Kris.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author