PBB Peringati Hari UMKM Internasional untuk Dorong Ketahanan Ekonomi
Hari UMKM Internasional atau Micro, Small and Medium-sized Enterprises (MSMEs) Day diperingati setiap tanggal 27 Juni. Peringatan tahunan ini menjadi momentum penting guna memberikan dukungan bagi pelaku usaha yang menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Dikutip dari Detikcom, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memegang peranan krusial dalam menyediakan lapangan kerja.
Sektor ini juga berfungsi menekan angka kelaparan dan kemiskinan, sekaligus memacu inovasi dan jiwa kewirausahaan. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal peringatan ini sejak April 2017. Langkah tersebut diambil guna memperluas kesadaran publik mengenai andil besar UMKM terhadap pembangunan berkelanjutan dan perekonomian global.
Data dari situs resmi PBB menunjukkan bahwa UMKM merepresentasikan sekitar 90 persen dari total unit bisnis di seluruh dunia. Sektor ini juga menyerap lebih dari 70 persen tenaga kerja secara global.
Pada pasar negara berkembang, UMKM formal menyumbangkan kontribusi hingga 40 persen dari pendapatan nasional atau Produk Domestik Bruto (PDB). Peran ini sangat strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi, baik di negara maju maupun berkembang. Meski memiliki kontribusi sosial dan ekonomi yang besar, kelompok usaha ini masih menghadapi berbagai tantangan makro. Hambatan tersebut meliputi keterbatasan akses pembiayaan serta lemahnya integrasi ke dalam rantai nilai regional dan global.
UMKM juga kerap terkendala dalam kapasitas inovasi, adopsi teknologi, serta tingginya kerentanan terhadap gejolak ekonomi eksternal. Di tengah ketidakpastian global dan transformasi teknologi yang cepat, peningkatan daya saing sektor ini menjadi krusial. Sektor ini juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kontribusi nyatanya terlihat pada industrialisasi inklusif, stimulus ekonomi lokal, serta transisi menuju ekonomi hijau.
Organisasi Pembangunan Industri PBB (UNIDO) menegaskan komitmennya untuk terus menyokong pertumbuhan UMKM yang kompetitif dan tangguh. UNIDO bersinergi dengan kantor PBB di New York dan Jenewa dalam merayakan momentum ini. Perayaan Hari UMKM PBB 2026 menjadi ruang pertemuan bagi pejabat pemerintah tingkat tinggi dan perwakilan senior organisasi internasional.
Agenda ini juga melibatkan lembaga keuangan pembangunan, pelaku sektor swasta, dan mitra pembangunan. Pertemuan pada tahun 2026 tersebut dirancang untuk mencapai beberapa tujuan utama berikut:
- Mengakui dan mengapresiasi kontribusi vital UMKM dalam roda ekonomi global.
- Mengenalkan inisiatif unggulan milik UNIDO, termasuk penghargaan ONE World Sustainability Awards.
- Memfasilitasi peresmian perjanjian kemitraan strategis dan pengumuman proyek-proyek baru.
- Menampilkan testimoni dampak nyata melalui sudut pandang para penerima manfaat program UNIDO.
- Menyajikan percontohan praktik terbaik internasional, seperti pengalaman dari Pameran Usaha Kecil dan Menengah Internasional China (CISMEF) dan Dewan Kerja Sama Regional (RCC).
- Membuka ruang dialog tingkat tinggi terkait peran UMKM sebagai motor penggerak industri berkelanjutan.
Rekomendasi Cara Memperingati Hari UMKM Internasional
Berdasarkan informasi dari laman National Today, masyarakat dapat ikut serta merayakan Hari UMKM melalui beberapa aktivitas produktif.
Langkah pertama adalah berpartisipasi dalam konferensi atau seminar. Beberapa lembaga dunia seperti International Trade Center, Organisasi Buruh Internasional, UNIDO, dan Bank Dunia kerap mengadakan forum edukasi, baik daring maupun luring. Langkah kedua adalah memberikan dukungan langsung kepada pelaku usaha lokal di lingkungan sekitar.
Masyarakat diimbau untuk membeli produk dari unit usaha kecil setempat, mulai dari toko roti hingga toko perlengkapan harian. Langkah terakhir adalah memperluas wawasan mengenai dinamika dunia usaha. Publik dapat memanfaatkan berbagai sumber literasi digital, termasuk menyaksikan video edukasi resmi yang dirilis oleh PBB terkait eksistensi UKM.