Julián Quiñones Rebut Sepatu Emas Liga Arab Saudi Musim 2025-2026
Penyerang Al-Qadsiah Julián Quiñones secara mengejutkan berhasil merebut penghargaan Sepatu Emas Liga Profesional Arab Saudi musim 2025-2026 setelah mencetak tiga gol pada pertandingan terakhir kompetisi domestik, Kamis, 21 Mei 2026.
Dilansir dari goal.com, pemain timnas Meksiko tersebut mengemas hat-trick saat membawa timnya menang telak 5-1 atas Al Ittihad. Tambahan tiga gol ini membuat mantan pemain Club América tersebut mengakhiri musim dengan koleksi total 33 gol.
Pencapaian Quiñones tergolong luar biasa karena ia berhasil menyalip dua penyerang ternama di pekan terakhir liga. Sebelum laga pamungkas bergulir, ia mengoleksi 30 gol, tertinggal satu angka dari penyerang Al-Ahli Ivan Toney yang memimpin dengan 32 gol.
Ivan Toney sendiri harus puas menempati posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak setelah gagal menambah pundi-pundi golnya ketika Al-Ahli menghadapi Al-Khaleej. Di sisi lain, mega bintang Al-Nassr Cristiano Ronaldo juga gagal mempertahankan gelar top skornya.
Meskipun Ronaldo mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 Al-Nassr atas Damac di pekan terakhir, ia menyudahi kompetisi di peringkat ketiga dengan raihan 28 gol. Hasil ini menggagalkan ambisi pemain asal Portugal tersebut untuk meraih trofi Sepatu Emas ketiganya secara beruntun di Arab Saudi.
Kendati demikian, catatan rekor gol terbanyak dalam satu musim milik Cristiano Ronaldo di Liga Arab Saudi masih belum terpecahkan. Rekor 35 gol dalam 31 pertandingan yang dicetak kapten Al-Nassr pada musim 2023-2024 gagal dilampaui oleh Quiñones maupun Toney musim ini.
Keberhasilan Quiñones menjadi pencetak gol terbanyak ini menjadi modal penting menjelang Piala Dunia 2026. Penyerang tersebut membuktikan kepada pelatih timnas Meksiko Javier Aguirre bahwa ia siap menjadi ujung tombak El Tri setelah bersaing tajam di kompetisi Arab Saudi.
Seperti dilaporkan eluniversal.com.mx, Quiñones merayakan kepastian gelar top skor tersebut dengan cara yang unik setelah mencetak gol ketiganya. Pemain Al-Qadsiah itu langsung keluar lapangan dan duduk di sebuah kursi plastik seolah menjadikannya sebuah singgasana juara di tengah perayaan para pemain lain.