BPJS Kesehatan Dorong Layanan Digital Guna Mengurai Antrean Pasien
BPJS Kesehatan bersama manajemen sejumlah rumah sakit daerah mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Mobile JKN guna mengurai kepadatan antrean pasien di berbagai wilayah Indonesia pada Juni 2026.
Langkah transformasi digital ini diterapkan di RSUD Subang Jawa Barat, RSUD Anuntaloko Parigi Sulawesi Tengah, hingga Kabupaten Merauke Papua untuk memangkas waktu tunggu secara signifikan serta menjawab tantangan geografis.
Integrasi sistem antrean daring ini memungkinkan peserta JKN-KIS mengambil nomor antrean sejak satu hari sebelum kunjungan melalui gawai tanpa harus datang langsung untuk mengurus administrasi.
Staf Edukasi dan Penanganan Pengaduan BPJS Kesehatan Merauke, Utman Eko Effendi Iba menjelaskan bahwa kehadiran aplikasi ini mempermudah urusan administrasi tanpa harus datang ke kantor cabang.
"Aplikasi Mobile JKN ini sebenarnya adalah layanan kantor cabang yang kami pindahkan lewat HP sehingga sangat simpel untuk masyarakat," ujar Utman Eko Effendi Iba, staf Edukasi dan Penanganan Pengaduan BPJS Kesehatan Merauke.
Selain Mobile JKN, BPJS Kesehatan menyediakan layanan alternatif berupa WhatsApp Pandawa di nomor 08118165165 yang beroperasi 24 jam untuk mengecek status kepesertaan serta status pembayaran iuran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari news.detik.com, pengecekan status keaktifan peserta juga dapat dilakukan melalui Care Center BPJS Kesehatan di nomor 165 maupun Layanan CHIKA melalui Telegram dan WhatsApp.
Sementara itu, pihak manajemen rumah sakit terus mendorong perubahan budaya berobat masyarakat dengan menyiagakan petugas khusus di area poliklinik untuk membantu proses adaptasi digital pasien.
"Mereka bertugas mendampingi pasien, mulai dari mengunduh aplikasi, melakukan aktivasi akun, hingga memberikan edukasi dan sosialisasi tentang manfaat Mobile JKN," kata dr. Flora, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Anuntaloko Parigi.
Meski mempermudah sistem pendaftaran, pihak rumah sakit masih menghadapi tantangan terkait kedisiplinan pasien dalam mematuhi waktu kedatangan yang telah mereka pilih sendiri dalam sistem daring.
"Kadang pasien sudah mendaftar melalui Mobile JKN, tetapi tidak datang sesuai jadwal," ujar dr. Flora, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Anuntaloko Parigi.
Fasilitas pendukung seperti Pojok Mobile JKN juga turut disediakan di lantai dua gedung RSUD Subang demi mengurangi penumpukan di loket pendaftaran rawat jalan.