Pemprov Jabar Sediakan Beasiswa Siswa Sekolah Swasta

Share

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program beasiswa khusus bagi puluhan ribu siswa yang tidak terakomodasi di sekolah negeri untuk dialihkan ke sekolah swasta pada Selasa (23/6/2026).

Langkah ini diambil setelah tercatat adanya puluhan ribu calon murid baru yang tidak tertampung di SMA dan SMK negeri, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Sebanyak 1.015 sekolah swasta di Jawa Barat kini telah berkomitmen menjadi mitra pemerintah untuk mendukung pemerataan akses pendidikan tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa alokasi bantuan ini menyasar sekitar 70.000 hingga 80.000 siswa yang datanya telah terekam dalam sistem penerimaan.

"Sudah ada mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan untuk menyalurkan sekitar 70.000 sampai 80.000 siswa yang terdata di PCMB agar mendapatkan beasiswa dari pemerintah provinsi," ujar Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Mekanisme penyaluran dana bantuan ini akan menggunakan sistem perorangan secara langsung ke sekolah tujuan, di mana pemerintah daerah bertindak sebagai penjamin biaya pendidikan para siswa tersebut.

"Beasiswa perorangan. Siswanya tercatat. Provinsi Jawa Barat menjadi orang tua dari siswa itu. Karena menjadi orang tua, orang tua yang membayarkan ke sekolah," tutur Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Bantuan finansial yang disiapkan mencakup uang bangunan senilai Rp1,5 juta per siswa serta dana bulanan sebesar Rp100 ribu. Selain memberikan bantuan dana bagi siswa, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana mendorong program sertifikasi untuk para guru yang mengajar di sekolah swasta mitra.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa anggaran untuk program ini sudah aman dan siap digunakan melalui mekanisme pergeseran alokasi dana proyek lain yang belum berjalan.

"Sudah ada, tinggal pergeseran. Ada alokasi-alokasi yang tidak dilaksanakan. Misalnya, bangun sekolah tapi belum ada sertifikatnya. Itu bisa digeser dan segera dialokasikan," ungkap Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Kebijakan strategis ini dipicu oleh besarnya ketimpangan kuota daya tampung sekolah negeri di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan data pemetaan yang masuk melalui sistem pendaftaran, terdapat selisih yang cukup besar antara jumlah pendaftar keseluruhan dengan total daya tampung sekolah negeri yang tersedia.

"Dari data siswa yang terpetakan melalui entry data PCMB itu ada 444 ribu siswa yang sudah terpetakan. Dari peta tersebut kami sudah bisa membaca ada potensi 70 ribu siswa yang belum bisa terakomodir di sekolah negeri," ujar Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author