Ibu Menyusui di Amerika Serikat Didiagnosis Kanker Payudara
Seorang ibu bernama Stephanie Wysaski didiagnosis menderita kanker payudara jenis invasive lobular carcinoma setelah awalnya mengira benjolan pada tubuhnya hanya disebabkan oleh saluran ASI yang tersumbat saat menyusui anaknya yang berusia 11 maret. Dilansir dari HaiBunda pada Selasa (23/6/2026), penemuan benjolan tersebut terjadi ketika Wysaski sedang menyusui anak ketiganya sekaligus dalam kondisi mengandung anak keempat, sehingga ia mengira perubahan hormon tersebut sebagai hal yang normal. Pemeriksaan medis lanjutan kemudian mengungkap bahwa benjolan tersebut merupakan jenis kanker yang lebih sulit dideteksi, yang gejalanya sering kali menyerupai masalah laktasi seperti mastitis atau pembengkakan payudara.
Penelitian dalam International Journal of Surgery Case Reports menunjukkan bahwa perubahan fisiologis selama masa menyusui kerap membuat diagnosis kanker payudara terlambat karena kemiripan gejala fisik dengan gangguan produksi ASI.
Studi lain dalam jurnal Radiographics dan Journal of Clinical Medicine turut menegaskan bahwa kepadatan jaringan payudara selama kehamilan dan menyusui mempersulit pemeriksaan fisik, sehingga pemeriksaan tambahan seperti USG, mammografi, atau biopsi sangat diperlukan untuk memastikan lesi yang mencurigakan. Dokter serta American College of Radiology (ACR) menyarankan para ibu untuk segera melakukan evaluasi pencitraan medis jika menemukan benjolan yang terasa keras, menetap, tidak mengecil setelah memerah ASI, atau disertai perubahan pada kulit dan puting.