Bahlil Perintahkan PLN Perbaiki Perawatan Pembangkit Listrik

Share

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan kondisi ketahanan energi Indonesia saat ini berada di atas batas minimum rata-rata 20 hari pada Senin, 22 Juni 2026. Laporan tersebut disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta setelah mengevaluasi sejumlah persoalan kelistrikan nasional.

Pemerintah bersama PT PLN (Persero) melakukan pembedahan terhadap faktor-faktor yang memengaruhi operasional pembangkit listrik. Evaluasi tersebut mencakup ketersediaan pasokan batu bara hingga kondisi riil pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di lapangan.

"Kami melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa ketahanan energi kita rata-rata berada di atas 20 hari minimum," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Selain urusan pasokan bahan bakar, pemerintah menyoroti kendala pada sektor pemeliharaan infrastruktur kelistrikan. Kementerian ESDM mendesak perusahaan setrum negara tersebut untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh demi menjaga kualitas layanan publik.

"Kami meminta PLN agar segera melakukan maintenance supaya benar-benar bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Bahlil menjelaskan bahwa manajemen PLN telah melaporkan bahwa kendala operasional yang sempat muncul kini sudah mulai teratasi. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mempercepat langkah terukur guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author