Kemenpar Sambut Rute Baru Spring Airlines Tiongkok-Jakarta
Kementerian Pariwisata menyambut baik pembukaan dua rute penerbangan baru oleh maskapai Spring Airlines yang menghubungkan Guangzhou dan Shenzhen, Republik Rakyat China, dengan Jakarta guna memperkuat konektivitas udara kedua negara pada Juni 2026.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tren positif kenaikan angka kunjungan pelancong asal Tiongkok, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Penerbangan perdana dari Guangzhou mendarat pada 16 Juni 2026 dengan keterisian 92,5 persen, disusul rute Shenzhen pada 17 Juni 2026 dengan keterisian 95,6 persen di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Konektivitas yang semakin kuat ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing pariwisata nasional secara berkelanjutan. Pejabat kementerian menjelaskan bahwa momentum kedatangan pesawat dari dua kota tersebut terjadi dalam waktu yang berurutan.
"Momentum ini ditandai dengan kedatangan dua penerbangan perdana yang berlangsung pada dua hari berturut-turut," kata Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dalam keterangannya, dikutip Selasa (23/6).
Pemerintah bergerak aktif dalam menyediakan fasilitas penerbangan langsung demi mengantisipasi lonjakan arus wisatawan asing, khususnya yang menuju ke arah ibu kota. Peningkatan fasilitas ini disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang terus tumbuh.
"Kehadiran dua rute penerbangan baru ini merupakan respons proaktif dalam mengakomodasi meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara asal China yang menunjukkan tren positif, khususnya ke Jakarta," ujar Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata.
Manajemen Spring Airlines mengoperasikan rute Guangzhou-Jakarta pergi-pulang tiga kali seminggu menggunakan armada Airbus A320, sedangkan rute Shenzhen-Jakarta dilayani dua kali seminggu. Dukungan penuh terus mengalir dari pemerintah demi menjaga stabilitas minat kunjungan para pelancong.
"Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan asal China untuk berkunjung ke Indonesia secara berkelanjutan, sehingga minat mereka untuk datang terus terjaga dan semakin meningkat pada masa mendatang," kata Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata.
Pertumbuhan pasar wisata asal Tiongkok tercatat melesat sebesar 25,58 persen pada periode Januari hingga April 2026 dengan total mencapai 491.726 kunjungan. Akses langsung dari dua kota besar ini diharapkan memicu pergerakan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata dan bisnis di Jakarta.