Ajax Tekuk FC Groningen Dua Gol Tanpa Balas di Volendam
Ajax Amsterdam sukses mengamankan tiket ke babak final play-off kualifikasi Eropa setelah menumbangkan FC Groningen dengan skor 2-0 pada pertandingan semifinal yang digelar di Stadion Kras, Volendam, Kamis malam, 21 Mei 2026.
Kemenangan klub berjuluk De Godenzonen tersebut dipastikan melalui sundulan kapten Davy Klaassen pada menit ke-25 dan sepakan terukur gelandang muda Jorthy Mokio di menit ke-57.
Pertandingan penentu ini terpaksa dipindahkan ke markas FC Volendam karena Stadion Johan Cruijff Arena milik Ajax sedang digunakan untuk konser penyanyi asal Inggris, Harry Styles, dengan disaksikan langsung oleh 6.800 penonton.
Hasil ini membawa Ajax melaju ke babak final yang akan digelar pada hari Minggu mendatang untuk menghadapi pemenang antara FC Utrecht dan sc Heerenveen demi memperebutkan tiket ke babak kualifikasi kedua Conference League.
Laga ini juga diwarnai dengan ditariknya pencetak gol terbanyak FC Groningen, Thom van Bergen, yang mengalami cedera pada menit ke-32 dan digantikan oleh Brynjólfur Willumsson.
Groningen sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Willumsson pada menit ke-68, namun wasit Nagtegaal menganulir gol tersebut karena sang pemain berada dalam posisi buitenspel.
Sebelum laga dimulai, pelatih FC Groningen, Dick Lukkien, sempat memberikan pujian tinggi kepada bek pinjaman asal Ajax, Dies Janse, yang tampil sebagai starter dalam laga ini.
"Sangat bagus, saya pikir Dies adalah pemain kelas atas yang luar biasa," jawab Dick Lukkien, pelatih FC Groningen.
Lukkien menambahkan bahwa pemain berusia 19 tahun tersebut memiliki perkembangan dan sikap yang sangat baik sejak hari pertama bergabung bersama skuadnya.
"Dies juga telah berkembang dengan sangat baik sepanjang tahun ini dan menunjukkan sikap yang sangat sesuai dengan keinginan untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri sendiri: hari demi hari, dan terutama hal terakhir itu sangat krusial. Dies hampir tidak pernah puas dan selalu menginginkan lebih." sambung Dick Lukkien, pelatih FC Groningen.
Janse sendiri mengakui pertandingan melawan klub induknya terasa emosional, namun ia tetap menegaskan komitmen profesionalnya untuk membela Groningen secara penuh.
"Rasanya istimewa jika memikirkannya seperti itu, tapi di sisi lain: saya sekarang adalah pemain Groningen, jadi saya harus memberikan yang terbaik untuk Groningen dan begitulah adanya," ujar Dies Janse, pemain FC Groningen.
Pemain muda ini juga menyatakan belum bisa memastikan masa depannya untuk musim depan meskipun ada kemungkinan untuk tetap bertahan di Groningen.
"Sekarang saya adalah pemain Groningen, jadi saya harus memastikan bisa mencari nafkah di sini," tegas Dies Janse, pemain FC Groningen.
Di sisi lain, internal Ajax sempat diterpa isu miring terkait absennya sejumlah pilar lini belakang seperti Ko Itakura dan Josip Sutalo yang diduga sengaja menghindari laga play-off demi menjaga kondisi fisik menjelang Piala Dunia 2026.
Pelatih Ajax, Óscar García, dilaporkan enggan memberikan jawaban pasti terkait rumor tersebut saat diwawancarai oleh media.
"García ontweek de vraag een beetje en zei: Ik focus me alleen op de spelers die er echt willen staan vandaag. Dat geldt dus niet voor bijvoorbeeld Sutalo" kata Jan Joost van Gangelen, presenter ESPN.
Kabar tersebut langsung memicu kritik tajam dari mantan pemain PEC Zwolle, Bram van Polen, yang menilai spekulasi tanpa bukti sangat berbahaya, namun tetap mengecam jika hal itu benar terjadi.
"Het lastige hieraan is dat je het niet hard kunt maken, of ze wel of geen zin hebben" retorik Bram van Polen, mantan pemain PEC Zwolle.
Van Gangelen kemudian menimpali dengan menyebutkan bahwa atmosfer ketidakinginan bertanding tersebut sudah sangat terasa di kalangan internal klub.
"Dat proef je wel, toch?" tanya Jan Joost van Gangelen, presenter ESPN.
Van Polen kembali mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan tim dan tidak berspekulasi tanpa adanya bukti yang konkret.
"Omdat je het niet zeker weet. Then ga je lopen gissen." sahut Bram van Polen, mantan pemain PEC Zwolle.
Meskipun demikian, Van Gangelen tetap meyakini bahwa motivasi tersembunyi Sutalo tersebut sudah menjadi rahasia umum di lingkungan terdekat tim.
"Volgens mij is het een beetje een publiek geheim" cetus Jan Joost van Gangelen, presenter ESPN.
Menanggapi hal itu, Van Polen menegaskan bahwa tindakan mengabaikan tugas klub di saat krusial merupakan bentuk pelanggaran profesionalisme yang memalukan.
"Stel dat het zo is, dan is dat natuurlijk echt een schande" tegas Bram van Polen, mantan pemain PEC Zwolle.
Ia menambahkan bahwa kewajiban utama seorang pesepak bola adalah memberikan penampilan terbaik bagi klub yang membayar gaji mereka.
"Je wordt betaald door je werkgever. Dit zijn beslissende potjes voor je club. Dan moet je die, mits je fit bent, gewoon spelen." pungkas Bram van Polen, mantan pemain PEC Zwolle.