Bahlil Laporkan Kesiapan Operasi Pabrik Baterai Mobil Listrik Karawang

Share

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan rampungnya proyek ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Karawang, Jawa Barat kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (22/6/2026).

Pembangunan fasilitas strategis hasil kolaborasi PT Antam (Persero) Tbk, Indonesia Battery Corporation (IBC), serta konsorsium asal China yakni CATL, Brunp, dan Lygend (CBL) tersebut telah selesai dan siap diresmikan pada akhir bulan depan.

"Ya tadi kami melakukan rapat dengan Bapak Presiden. Yang pertama adalah untuk mengevaluasi daripada program hilirisasi. Karena beberapanya sudah jalan, kami juga melapor kepada Bapak Presiden bahwa program hilirisasi kita untuk ekosistem baterai mobil yang kerjasama antara CATL dan Antam itu sudah selesai dan Insyaallah akan diresmikan nanti di bulan Juli akhir," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Proyek di Karawang ini sebelumnya telah memulai tahapan awal melalui peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025 lalu. Keberadaan fasilitas baru ini akan menambah jumlah pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel terintegrasi di Indonesia menjadi dua unit.

"Yang kedua, kami juga melakukan rapat dengan Presiden untuk membahas tentang energi kita. Dan energi kita akan bisa ketahanan energi kita rata-rata di atas 20 hari minimum," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Selain membahas hilirisasi nikel dan ketahanan energi nasional, pertemuan di Istana Merdeka tersebut turut mengevaluasi keandalan pasokan listrik PT PLN (Persero). Pemerintah membedah tiga persoalan utama bersama Direktur Utama PLN, termasuk kendala teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di tahap awal.

"And tadi, sama-sama Dirut PLN juga sudah kita bedah, ada tiga masalah. Salah satunya itu adalah menyangkut PLTG yang di awal," katanya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Pemerintah mencatat konsumsi batu bara harian PLN mencapai 154 juta ton per tahun, sementara penugasan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian ESDM berada di angka 180 hingga 190 juta ton. Saat ini, volume batu bara yang telah dikontrak oleh PLN bersama para pengusaha baru mencapai 134 juta ton.

"Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan 6. Itu harusnya no issue.

Ternyata yang PLN keluhkan itu atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending. Nah, sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan. Tetapi yang lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat," katanya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Guna mengatasi dinamika spesifikasi kualitas batu bara jenis medium yang dikeluhkan PLN untuk proses pencampuran, Kementerian ESDM bergerak cepat membentuk tim pengadaan lintas sektoral. Tim khusus ini melibatkan unsur internal PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, BPKP, hingga Inspektorat Jenderal.

"Saya telah membentuk tim khusus yang terdiri dari PLN, Dirjen Batubara, BPKP, dan Inspektorat Jenderal. Kami tidak ingin kendala seperti ini terulang kembali," tegas Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Langkah taktis ini diambil demi menjalankan instruksi langsung dari Kepala Negara yang menuntut jaminan kelancaran pasokan listrik tanpa adanya hambatan bagi masyarakat luas. Pihak PLN juga melaporkan bahwa gangguan operasional kelistrikan di lapangan sudah mulai teratasi secara teknis.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas, kami diperintahkan untuk segera mengambil tindakan konkret agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa hambatan," tambahnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Kementerian ESDM menegaskan posisinya sebagai regulator yang akan terus mengawasi jalannya pelayanan operasional oleh PLN selaku eksekutor teknis. Berdasarkan laporan terkini dari pihak manajemen PLN, sistem kelistrikan nasional kini dipastikan sudah meminimalkan potensi gangguan.

"Tadi kami melakukan rapat dengan Bapak Presiden. Yang pertama adalah untuk mengevaluasi daripada program hilirisasi. Karena beberapanya sudah jalan, kami juga melapor kepada Bapak Presiden bahwa program hilirisasi kita untuk ekosistem baterai mobil yang kerjasama antara CATL dan Antam itu sudah selesai dan insyaallah akan diresmikan nanti di bulan Juli akhir. Itu sudah selesai," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Evaluasi menyeluruh ini menjadi bagian dari fokus Kabinet Merah Putih dalam memperkuat tata kelola energi nasional. Pemerintah mengintegrasikan langkah percepatan hilirisasi industri dengan kepastian pemeliharaan infrastruktur kelistrikan secara berkala.

"Hilirisasi khusus untuk hilirisasi nikel, ekosistem baterai mobil yang tahun kemarin di groundbreaking oleh Bapak Presiden Prabowo di Karawang yang punya CATL direncanakan pada semester 1 2026 itu sudah kita resmikan," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Meski target awal peresmian sempat direncanakan pada paruh pertama tahun ini, penyelesaian menyeluruh pada akhir Juni memastikan kesiapan operasional penuh pada Juli mendatang. Data stok energi nasional yang berada di atas batas aman ikut mendukung stabilitas sektor industri tersebut.

"Tadi kami melakukan rapat dengan Bapak Presiden. Yang pertama adalah untuk mengevaluasi daripada program hilirisasi karena beberapa sudah jalan. Kami juga melaporkan Bapak Presiden bahwa program hilirisasi kita untuk ekosistem baterai mobil yang kerja sama antara CATL dan Antam itu sudah selesai dan Insya Allah akan diresmikan nanti di bulan Juli akhir. Itu sudah selesai," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan material pembangkit listrik tetap menjadi prioritas pengawasan tim gabungan bentukan pemerintah. Manajemen PLN diminta segera melakukan perawatan menyeluruh pada unit-unit pembangkit yang mengalami kendala teknis.

"Yang kedua, kami juga melakukan rapat dengan Presiden untuk membahas tentang energi kita dan energi kita akan bisa ketahanan energi kita rata-rata di atas 20 hari minimum," sambungnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Pemerintah berharap koordinasi intensif antara kementerian selaku regulator dan PLN selaku operator dapat memitigasi risiko kelangkaan pasokan di masa depan. Seluruh pasokan batu bara DMO akan dipantau ketat agar sesuai dengan spesifikasi kalori yang dibutuhkan pembangkit.

"Yang ketiga, kami juga tadi membahas tentang keberlangsungan stabilitas pelayanan pemerintah, pelayanan PLN kepada masyarakat khususnya terkait dengan listrik. Dan tadi sama-sama Dirut PLN juga sudah kita bedah. Ada tiga masalah," ujarnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Masalah pemenuhan batu bara berkalori medium menjadi poin penting yang diselesaikan melalui intervensi regulasi pemerintah dalam rapat strategis ini. Pemerintah memastikan bahwa hambatan administrasi maupun pasokan dengan para pengusaha tambang telah diselesaikan.

"Satunya itu adalah menyangkut PLTG yang di awal. Yang kedua itu adalah pemenuhan terhadap batu bara high kalori yang medium. Total konsumsi batu bara PLN kita setiap tahun itu 154 juta ton," tambahnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Dengan volume kontrak yang berjalan, Kementerian ESDM menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan energi pembangkit untuk sisa tahun 2026 seharusnya tidak menghadapi kendala berarti. Proses blending batu bara kini difasilitasi agar tidak mengganggu kualitas output listrik.

"Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan 6, itu harusnya no issue.Ternyata yang PLN keluhkan itu atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending," sebutnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Perbaikan tata kelola rantai pasok energi harian ini ditujukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui ketersediaan listrik yang andal. Langkah pemeliharaan fasilitas oleh PLN menjadi penentu utama konsistensi pelayanan publik ke depan.

"Nah, sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan. Tetapi yang lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat. Saya pikir itu," sambungnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Berdasarkan penjelasan resmi usai pertemuan di Istana Merdeka, seluruh kendala distribusi dan spesifikasi bahan baku pembangkit telah dikoordinasikan penyelesaiannya. Tim pengadaan yang dibentuk kini mulai bekerja mengawal pasokan berkala ke unit-unit PLN.

"Namanya saya sudah lupa. Tapi mulai tadi PLN menyampaikan kepada saya dalam rapat bahwa mulai hari ini itu sudah tidak ada terjadi gangguan lagi. Itu menurut Dirut PLN ya.

Karena urusan teknis terhadap pelayanan operasional listrik itu ada pada PLN. Pemerintah itu regulator," pungkasnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Pihak kementerian akan memantau realisasi komitmen bebas gangguan ini secara berkala melalui jajaran Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Jadwal peresmian mega proyek baterai di Karawang oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi agenda penting berikutnya pada akhir Juli 2026.

"Kami melaporkan evaluasi program hilirisasi kepada Presiden. Proyek baterai mobil kerja sama CATL dan Antam sudah selesai dan akan diresmikan akhir Juli mendatang," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Penyelarasan data antara konsumsi riil dan volume kontrak batu bara menjadi prioritas kerja tim pengawas lintas sektoral dalam pekan ini. Pemerintah memfokuskan pengawasan pada pemenuhan sisa kuota kontrak tahunan agar berjalan sesuai jadwal pengiriman.

"Tadi kami melakukan rapat dengan Bapak Presiden, yang pertama adalah untuk mengevaluasi program hilirisasi. Karena beberapa di antaranya sudah jalan, kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa program hilirisasi kita untuk ekosistem baterai mobil yang kerja sama antara CATL dan Antam, itu sudah selesai dan Insya Allah akan diresmikan nanti bulan Juli akhir, itu sudah selesai," terang Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Langkah mitigasi risiko kelangkaan pasokan energi sekunder dipastikan berjalan paralel dengan persiapan peluncuran industri hilir nikel tersebut. Pengawasan ketat juga diterapkan pada skema pencampuran kualitas batu bara domestik di setiap pembangkit milik PLN.

"Yang kedua, kami juga melakukan rapat dengan Presiden untuk membahas tentang energi kita, dan ketahanan energi kita rata-rata di atas 20 hari minimum," ucapnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Pemerintah menargetkan integrasi hulu ke hilir pada sektor nikel ini dapat berjalan optimal seiring dengan kepastian pasokan listrik dari PLN selaku penyedia daya utama nasional. Validasi pemenuhan kalori medium untuk blending akan diselesaikan oleh tim pengadaan khusus di tingkat direktorat jenderal.

"Total konsumsi batu bara PLN kita setiap tahun itu 154 juta ton. Sementara penugasan dari Kementerian ESDM kepada perusahaan-perusahaan untuk melayani PLN itu sudah sekitar 180-190 juta ton, yang sudah dikontrak oleh PLN 134 juta ton," bebernya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Realisasi pasokan dari perusahaan tambang swasta maupun BUMN dipastikan terus dipantau agar memenuhi tenggat kontrak harian. Kementerian ESDM meminta laporan berkala terkait pemeliharaan mesin pembangkit yang dilakukan PLN di seluruh wilayah operasional.

"Sebenarnya, secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha, 134 juta untuk satu tahun, sekarang kan bulan ke-6, itu harusnya no issue. Ternyata yang PLN keluhkan itu, atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Pemerintah menegaskan tidak akan menoleransi adanya kelambatan penanganan teknis yang berdampak pada aktivitas pemadaman di area masyarakat. Seluruh pemangku kepentingan di sektor energi nasional kini diwajibkan menyelaraskan rencana operasional mingguan.

"Sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan. Tetapi yang lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance, agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat," tekannya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Tim lintas sektoral yang melibatkan BPKP dan Inspektorat Jenderal dijadwalkan mulai melakukan audit kesesuaian pasokan batu bara pada akhir bulan ini. Pembenahan manajemen tata kelola kelistrikan ini berjalan beriringan dengan persiapan teknis peresmian proyek di Karawang.

"Arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah segera memastikan untuk melakukan langkah-langkah yang terukur dalam rangka percepatan agar tidak lagi terjadi hal seperti ini," pungkasnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author