Badai Petir Hentikan Laga Prancis Melawan Irak di Piala Dunia 2026
Pertandingan babak penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis dan Irak di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, pada Selasa (23/6/2026), terpaksa dihentikan sementara akibat ancaman cuaca buruk ekstrem.
Prancis memimpin 1-0 di babak pertama lewat gol tendangan kaki kiri Kylian Mbappe pada menit ke-14 sebelum petir melanda area stadion. Gol tersebut menjadi torehan ke-15 Mbappe di sepanjang sejarah Piala Dunia, menyamai rekor legenda Brasil, Ronaldo Nazario, serta membuntuti Lionel Messi yang mengoleksi 18 gol.
Otoritas pertandingan langsung menghentikan jalannya laga demi keselamatan penonton dan pemain menyusul peringatan badai. Badan sepak bola dunia menyatakan pertandingan masuk ke dalam status penundaan demi keamanan.
"severe weather mode" kata FIFA, Federasi Sepak Bola Internasional.
Pihak penyelenggara kemudian meminta seluruh penonton meninggalkan tribun untuk berlindung di area dalam stadion. Pengumuman resmi disampaikan melalui pengeras suara stadion mengenai status kelanjutan pertandingan.
"suspended until further notice" ujar penyiar stadion, Petugas Informasi.
Sebelumnya, laporan meteorologi dari CBS mengingatkan adanya risiko sistem badai yang dapat memicu angin kencang dan potensi pusaran angin berbahaya di wilayah Philadelphia.
"vents destructeurs, d’éclairs fréquents et d’un risque de tornades isolées" lapor CBS, Media Publikasi.
Penundaan akibat cuaca di Amerika Serikat juga pernah terjadi pada ajang Piala Dunia Antarklub tahun lalu ketika beberapa pertandingan mengalami kendala serupa. Mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, sempat mengkritik keras gangguan jadwal tersebut.
"joke" tutur Enzo Maresca, Pelatih Chelsea.
Pada turnamen tersebut, laga antara Chelsea melawan Benfica di Charlotte terpaksa memakan waktu penyelesaian yang sangat lama dengan peringatan darurat di layar besar.
"Seek cover protocol. Severe weather in the area. Seek cover." tulis panitia, Bank of America Stadium.
Guna menghadapi potensi gangguan cuaca ekstrem selama turnamen di Amerika Utara, otoritas tertinggi sepak bola telah merumuskan protokol manajemen risiko yang ketat bersama lembaga meteorologi setempat.
"FIFA’s emergency preparedness team meets regularly with national meteorological and emergency management authorities in the United States, Canada and Mexico, as well as with partners across all 16 host cities. A comprehensive, tournament-wide preparedness exercise focusing on severe weather scenarios has further strengthened cross-agency coordination and operational readiness. Stadiums are required to maintain robust risk management and evacuation procedures, including lightning and severe weather protocols aligned with local legislation and international best practice." jelas FIFA, Badan Pengendali.