Harga Minyak WTI Stabil di Level US$74 Per Barel

Share

Harga minyak dunia bergerak stabil seiring langkah para pelaku pasar yang terus memantau perkembangan awal dari negosiasi damai terkait konflik Iran. Perundingan tersebut mencakup pemberian kelonggaran atau waiver oleh Amerika Serikat yang membuka peluang bagi penjualan sebagian minyak dari negara tersebut.

Seperti diberitakan oleh Bloombergtechnoz, minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI kini diperdagangkan pada kisaran US$74 per barel. Pergerakan ini terjadi setelah komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar 2,6% pada sesi perdagangan sebelumnya, sementara minyak Brent bertengger di bawah US$78 per barel.

Adanya lisensi berdurasi 60 hari tersebut memfasilitasi penjualan sebagian minyak serta produk petroleum milik Iran. Langkah penopang ekonomi bagi Teheran ini diberikan setelah adanya laporan mengenai pembicaraan yang dinilai produktif di Swiss.

Perwakilan dari pihak Amerika Serikat dan Iran mengonfirmasi adanya kemajuan pada putaran awal negosiasi dalam upaya mencapai kesepakatan jangka panjang guna menyudahi konflik yang pecah sejak akhir Februari lalu. Walau demikian, beberapa perbedaan pandangan antar kedua belah pihak masih terus bermunculan.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance sempat menyatakan bahwa Iran telah sepakat untuk memberikan akses bagi para inspektur nuklir ke wilayah mereka. Namun, pernyataan sepihak tersebut langsung mendapatkan bantahan dari pihak Teheran.

Proses negosiasi ini diperkirakan tetap berjalan alot terutama saat membahas kapasitas nuklir Iran serta status gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Hezbollah. Hal lain yang menjadi fokus krusial adalah jaminan pembukaan kembali Selat Hormuz secara aman demi memulihkan pasokan energi global.

"Masih ada jalan panjang dalam negosiasi, dan pasar mungkin sedang memperhitungkan kelebihan pasokan sebelum itu benar-benar terjadi, sama seperti sebelumnya pasar memperhitungkan kekurangan pasokan sebelum barel minyak benar-benar hilang dari pasar," kata Rebecca Babin, direktur pelaksana dan trader energi senior di CIBC Private Wealth.

"Harga minyak memiliki kecenderungan bergerak terlalu jauh."

Aktivitas pengiriman minyak dari wilayah Teluk Persia dilaporkan mengalami peningkatan belakangan ini, termasuk pasokan 30 juta barel minyak asal Iran yang menuju kawasan Asia dalam pekan lalu. Sejumlah produsen besar lain di kawasan yang sama juga terus menerapkan berbagai strategi demi memastikan komoditas mentah mereka tetap tersalurkan ke pasar dunia.

Pada perdagangan di Singapura pukul 06.01 pagi, minyak mentah WTI untuk kontrak pengiriman Agustus terpantau menguat sebesar 0,3% menuju level US$74,11 per barel. Di sisi lain, minyak mentah Brent untuk penyelesaian kontrak Agustus ditutup melemah 3,3% ke angka US$77,90 per barel pada hari Senin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author