Argentina Tekuk Austria 2-0 Melalui Dua Gol Lionel Messi
Tim nasional Argentina membekuk Austria dengan skor 2-0 dalam laga kedua Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Texas, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini memastikan langkah tim asuhan Lionel Scaloni lolos ke babak 32 besar.
Dilansir dari sport.detik.com, Lionel Messi memborong dua gol kemenangan pada menit ke-39 dan masa injury time babak kedua, meskipun sempat gagal mengeksekusi penalti di menit-menit awal. Tambahan dua gol ini membuat Messi mengoleksi total 18 gol di Piala Dunia, melampaui rekor 16 gol milik Miroslav Klose.
Keberhasilan sang kapten memecahkan rekor mengundang apresiasi besar dari para pengamat sepak bola. Mantan pemain sepak bola asal Belanda, Theo Janssen, memberikan komentarnya mengenai kontribusi total sang megabintang bagi timnya.
"Dia mencetak kelima gol itu untuk Argentina. Itu luar biasa. Sebab, babak kedua tidak terlalu bagus dari kedua tim. Tapi, sampai mana ini akan berakhir?" tanya Theo Janssen.
Sanjungan serupa dilontarkan oleh analis asal Denmark, Kenneth Perez, yang terpukau oleh konsistensi penampilan penyerang berusia 38 tahun tersebut di atas lapangan hijau.
"Dengan konsistensi, kamu bisa melangkah jauh," kata Kenneth Perez.
Perez menilai bahwa kehadiran sosok jenius seperti sang kapten di lini tengah menjadi faktor pembeda yang sangat krusial bagi skuad Albiceleste.
"Jika kamu memiliki pemain sekelas seniman di tengah lapangan, yang bisa menentukan hasil pertandingan dari situasi tak terduga. Messi tidak bermain luar biasa hari ini, tapi tetap mencetak dua gol. Dan seharusnya bisa mencetak penalti untuk hat-trick keduanya." kata Kenneth Perez.
Kekaguman tersebut didasari oleh rekam jejak panjang sang penyerang yang mampu mempertahankan level permainan tertinggi selama belasan tahun karier profesionalnya.
"Tapi ini adalah pemain sepak bola terbaik yang pernah saya lihat di lapangan. Dan bukan hanya satu, dua, atau tiga tahun. Tidak, lima belas tahun," kata Kenneth Perez.
Perez kemudian berseloroh mengenai rivalitas klasik dengan penyerang legendaris Portugal, Cristiano Ronaldo, yang juga tengah berlaga di turnamen ini.
"Menurutmu, apakah Ronaldo akan merasa terganggu dengan hal ini?" tanya Kenneth Perez.
Ia memprediksi bahwa keberhasilan sang rival di Grup J akan memicu motivasi tambahan bagi kapten Portugal tersebut pada pertandingan berikutnya.
"Saya rasa dia berpikir: ‘Astaga, besok saya harus melakukannya lagi.’" kata Kenneth Perez.
Mendengar ulasan rekan sejawatnya, Janssen menyetujui pandangan yang menempatkan penyerang Inter Miami itu di posisi teratas dalam sejarah sepak bola modern.
"Dari apa yang kami lihat, seratus persen. Saya tidak bisa menilai Maradona, Pelé, dan Cruijff. Tapi dari apa yang kami lihat: dia jelas pemain terbaik." kata Theo Janssen.
Janssen menambahkan bahwa meski ada pemain lain yang sempat mendekati level tersebut, kelengkapan atribut sepak bola sang kapten tetap tidak tertandingi.
"Ronaldo sempat mendekati level Messi selama beberapa tahun. Berkat gol-gol yang dia cetak. Namun jika dilihat murni dari segi sepak bola, teknik, penguasaan bola, akselerasi, gol, umpan, dan assist, tidak ada yang lebih baik dari Messi," kata Theo Janssen.
Dengan hasil pertandingan ini, Argentina kokoh di puncak klasemen sementara Grup J dengan raihan 6 poin. Skuad Albiceleste kini tinggal menunggu hasil pertandingan antara Yordania melawan Aljazair untuk menentukan status mereka sebagai juara grup.