Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke Babak 32 Besar

Share

Tim nasional Jerman memastikan diri lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Pantai Gading dengan skor 2-1 di BMO Field, Stadion Toronto, pada Minggu (21/6/2026).

Kemenangan ini membuat Die Mannschaft kokoh di puncak klasemen Grup E dengan raihan enam poin penuh dari dua pertandingan.

Jerman sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Franck Kessie pada menit ke-30 sebelum Deniz Undav membalikkan kedudukan lewat golnya pada menit ke-69 dan 94.

Keberhasilan Undav mencetak gol dalam dua laga awal Piala Dunia langsung mencatatkan rekor tersendiri menurut data statistik.

“Ondava menjadi pemain pertama sejak Miroslav Klose pada tahun 2002 yang mencetak gol dalam dua pertandingan pertamanya di Piala Dunia.” sebut jaringan data Opta.

Dilansir dari Squawka, striker Stuttgart ini telah mengoleksi lima kontribusi gol sebagai pemain pengganti, menyamai rekor legenda Kamerun Roger Milla pada edisi 1990.

Namun, pertandingan ini juga diwarnai kritik dari tim lawan terkait sportivitas para pemain Jerman saat insiden cedera bek Wilfried Singo.

"Saya bilang kepadanya (Brown) agar tetap rendah hati," ujar Emerse Fae, Pelatih Pantai Gading seperti dilansir ESPN.

Fae menyoroti aksi bek Jerman Nathaniel Brown yang melancarkan serangan dari lemparan ke dalam alir-alir mengembalikan bola.

"Dia main bagus, dan dia tidak perlu bicara jelek kepada kami karena dia tertinggal atau di skor 1-1 karena dia ingin menang." lanjut Emerse Fae.

Pihak Pantai Gading merasa kecewa karena Jerman tidak menunjukkan rasa hormat terhadap fair play dalam momen krusial tersebut.

"Kami mengharapkan permainan yang lebih sportif dari Jerman. Kami mengharapkan mereka mengembalikan bola ke kami ketika Singo cedera. Mereka negara sepakbola yang hebat dan kami mencontoh mereka, jadi saya kecewa dengan kurangnya fair play dari mereka," ucap Emerse Fae.

Di kubu Jerman, performa gemilang Undav membuka peluang besar baginya untuk masuk ke dalam jajaran kesebelasan utama pada pertandingan berikutnya.

"Ya, tentu saja," kata Julian Nagelsmann, Pelatih Jerman saat ditanya mengenai peluang Undav menjadi starter melawan Ekuador.

Nagelsmann menilai kontribusi sang striker dari bangku cadangan sangat besar sehingga ia enggan mengubah atmosfer positif tersebut.

"Mengapa saya harus merusak alirannya? Dia masuk dua kali dan mencetak gol dua kali," ujar Julian Nagelsmann.

Sang pelatih juga memuji pergerakan cerdas yang ditunjukkan oleh Undav ketika situasi ruang di lini depan mulai terbuka lebar.

"Ketika pertandingan mulai terbuka, dia sangat bagus dalam bergerak. Dia benar-benar mencapai level tertingginya di Piala Dunia," tambah Julian Nagelsmann seperti dikutip Reuters.

Meskipun Kai Havertz masih menjadi pilihan utama di awal laga, posisi penyerang depan Jerman kini semakin kompetitif.

"Setiap pemain ingin bermain sejak awal, tetapi saya pikir dia bahagia dengan situasi sekarang karena dia memainkan peran penting dan kami puas dengan performanya," tutur Julian Nagelsmann.

Perjalanan Undav menuju kesuksesan ini tergolong berliku setelah sempat ditolak akademi Werder Bremen saat berumur 14 tahun karena postur tubuh.

"Saat Werder mengatakan pada usia 14 tahun bahwa saya tidak punya masa depan bersama mereka karena saya terlalu kecil, hati saya hancur," ungkap Deniz Undav seperti dilansir media Belgia, 7sur7.

Dirinya kemudian bergabung dengan klub divisi empat, Havelse, pada usia 17 tahun sembari bekerja penuh waktu di pabrik laser.

"Tetapi saya tidak meninggalkan harapan. Saya meninggalkan rumah keluarga pada usia 17 tahun untuk bergabung dengan Havelse di divisi empat Jerman. Saya bermain dan berlatih sambil bekerja delapan jam sehari di pabrik," kenang Deniz Undav.

Pekerjaan tersebut terpaksa diambil demi mencukupi kebutuhan hidup karena gaji sepak bola semi profesionalnya tidak memadai.

"Saya harus melakukan pekerjaan itu demi uang untuk bertahan hidup karena saya tidak bisa hidup hanya dari penghasilan sepak bola," jelas Deniz Undav.

Kerja kerasnya terbayar hingga akhirnya ia mampu tampil bersinar di panggung tertinggi sepak bola dunia dan menyabet gelar pemain terbaik laga.

"Ini perasaan yang luar biasa. Saya menginginkannya sebelumnya, tetapi tidak berhasil. Mendapatkan trofi ini sangat spesial bagi saya. Namun, yang terpenting adalah kami menang, lolos ke babak berikutnya, dan melihat apa yang akan terjadi," kata Deniz Undav setelah laga melawan Pantai Gading.

Sementara itu, dari pertandingan lain di Grup E, Curacao menahan imbang Ekuador 0-0, sedangkan di Grup F Belanda mencukur Swedia 5-1 dan Jepang menang 4-0 atas Tunisia.

Berikut adalah klasemen sementara Grup E dan Grup F Piala Dunia 2026 yang dilansir dari ANTARA:

Klasemen Grup E
No Tim Main Menang Seri Kalah Gol Kebobolan Selisih gol Poin
1 Jerman 2 2 0 0 9 2 7 6
2 Pantai Gading 2 1 0 1 2 2 0 3
3 Ekuador 2 0 1 1 0 1 -1 1
4 Curacao 2 0 1 1 1 7 -6 1
Klasemen Grup F
No Tim Main Menang Seri Kalah Gol Kebobolan Selisih gol Poin
1 Belanda 2 1 1 0 7 3 4 4
2 Jepang 2 1 1 0 6 2 4 4
3 Swedia 2 1 0 1 6 6 0 3
4 Tunisia 2 0 0 2 1 9 -8 0

Tim nasional Jerman dijadwalkan akan menutup pertandingan babak penyisihan grup dengan menghadapi Ekuador pada Kamis mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author