Pemprov DKI Jakarta Menata Kembali Kerja Sama Sister City yang Tidak Aktif

Share

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menata kembali hubungan kerja sama "sister city" dengan sejumlah negara sahabat yang saat ini dinilai tidak aktif atau berjalan pasif. Langkah penataan ulang tersebut diambil guna memenuhi syarat konektivitas Jakarta menuju perwujudan kota global, seperti dilansir dari Detikcom pada Senin (22/6/2026).

Rencana penataan ini mencuat setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno melakukan pertemuan dengan para duta besar negara sahabat. Pertemuan bertajuk "Jakarta Twilight Soiree: Commemorating Jakarta's 499th Anniversary" itu digelar di Jakarta Pusat pada Senin (22/6/2026) dan turut dihadiri oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kondisi hubungan kerja sama antar-kota yang pasif tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak pemerintah daerah setelah agenda peringatan ulang tahun kota usai.

"Alhamdulillah ini adalah saatnya kembali kita tadi Pak Gub juga menyampaikan untuk menata kembali kerja sama karena kita sebetulnya sudah ada beberapa dengan 'Sister City' tapi boleh dikatakan sleep, tidak berjalan," ujar Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Upaya menghidupkan kembali jaringan global ini dipandang krusial bagi masa depan Jakarta yang sedang bertransformasi.

"Nah ini kita ingin melanjutkan karena syarat dari kota global juga konektivitas itu harus kita laksanakan," tambahnya.

Selain membahas hubungan internasional, Pemprov DKI Jakarta memanfaatkan momentum ini untuk memaparkan perkembangan proyek infrastruktur strategis daerah, termasuk kelanjutan pembangunan koridor transportasi publik massal rel seperti MRT fase 2 A dan LRT.

"Nah jadi mudah-mudahan acara ini semakin mempererat hubungan antara Jakarta dengan kota-kota yang memang dikunjungi oleh para duta besar yang dari negara sahabat," tuturnya.

Pertemuan dengan para diplomat asing ini ditegaskan bukan merupakan forum lobi formal melainkan sebuah agenda ramah tamah, mengingat komunikasi formal tingkat tinggi telah dicapai secara terpisah sebelumnya.

"Tentu perbincangan tidak di sini. Ya artinya kayak kemarin Pak Gub juga sudah ke Singapura, ketemu dengan Perdana Menteri Singapura. Itu sudah, kalau di sini memang istilahnya apa ya? Ya apa ya istilah gathering saja," ucapnya.

Acara gathering ini juga diisi dengan jamuan kuliner khas Nusantara yang mendapatkan respons positif dari perwakilan negara sahabat.

"Mungkin ya coba makanan Indonesia, tadi mereka pada sukalah, taste-nya senang dengan makanan-makanan yang disajikan. Itu saja intinya," tambahnya.

Di sisi lain, kehadiran Presiden ke-4 RI Megawati Soekarnoputri dalam perayaan HUT ke-499 Jakarta direspons dengan rasa hormat oleh kepemimpinan Jakarta yang menganggap sosoknya sebagai figur pengayom.

"Ya kami ini kan anak-anaknya (Bu Mega). Pak Gub dan saya anak-anaknya. Ya kita sampaikan nih hari 499, tahun depan menjadi 500.

Ini bagian dari perjalanan kami berdualah. Ya dengan kehadiran Ibu kita, kita tentu bangga gitu," ucapnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author