Kementerian ESDM Ungkap Penyebab Gangguan Dua PLTU di Pulau Jawa
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan PLTU Cilacap 1 dan PLTU Cilacap 4 atau 3A menjadi dua pembangkit listrik yang sempat mengalami pemeliharaan hingga memicu pemadaman bergilir di Pulau Jawa pada Senin (22/6/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno menjelaskan bahwa kedua unit pembangkit di PLTU Cilacap tersebut sebenarnya tidak mengalami kendala fatal melainkan hanya menjalani proses perawatan rutin.
"PLTU itu PLTU Cilacap 1 sama 4. Gitu, insya Allah udah enggak ada masalah kira-kira. Sebenarnya maintenance sih," kata Tri Winarno, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan.
PLTU Cilacap 1 memiliki kapasitas sebesar 300 megawatt (MW) dan telah beroperasi komersial sejak September 2006, sementara PLTU Cilacap 4 berkekuatan 1000 MW yang beroperasi sejak 2019.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjabarkan tiga akar masalah pemadaman kelistrikan ini, mulai dari kendala PLTG, pemenuhan batu bara kalori medium, hingga perlunya percepatan pemeliharaan jaringan oleh PLN.
"Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan 6, itu harusnya no issue. Ternyata yang PLN keluhkan itu atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Pemerintah memposisikan diri sebagai regulator yang membantu PLN mengamankan pasokan batubara medium tersebut, sementara urusan teknis operasional sepenuhnya berada di tangan korporasi PLN.
"Tadi PLN menyampaikan kepada saya dalam rapat bahwa mulai hari ini itu sudah tidak ada terjadi gangguan lagi. Itu menurut Dirut PLN ya. Karena urusan teknis terhadap pelayanan operasional listrik itu ada pada PLN. Pemerintah itu regulator," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengonfirmasi bahwa salah satu dari dua PLTU milik independent power producer (IPP) yang sempat terganggu telah kembali terhubung ke sistem kelistrikan Jawa sejak Minggu (21/6/2026) pukul 18.00 WIB.
"Malam ini kami menyampaikan kabar yang baik, salah satu pembangkit berhasil dipulihkan. Tadi 18.00 sudah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Untuk menutup potensi defisit, PLN kini mempercepat pengiriman stok batu bara ke sejumlah PLTU besar lain di wilayah Jawa Bagian Barat dan Jawa Bagian Timur.
Wakil Menter ESDM Yuliot Tanjung menambahkan bahwa PLN saat ini masih mengusahakan pemenuhan sisa pasokan dari total proyeksi kebutuhan batu bara tahun ini.
"Jadi kemarin kan disampaikan kebutuhan PLN itu adalah 154 juta yang sudah dipenuhi berdasarkan kontrak 134 juta. Itu kekurangan 20 [juta ton] itu lagi diusahakan," kata Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.