John Herdman Berburu Pemain Keturunan demi Perkuat Timnas Indonesia

Share

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang gencar memantau dan mendekati sejumlah pemain keturunan di luar negeri untuk memperkuat skuad Garuda menjelang agenda internasional.

Langkah agresif PSSI dalam memburu pemain diaspora ini dilaporkan oleh media asal Vietnam, The Thao 247, telah memicu kekhawatiran bagi Timnas Vietnam karena berpotensi menyulitkan persaingan di kawasan Asia Tenggara, terutama pada turnamen resmi FIFA ASEAN Cup 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat enam nama pemain diaspora yang masuk radar pantauan intensif, yaitu Laurin Ulrich, Jenson Seelt, Tristan Gooijer, Julian Oerip, Mitchell Baker, dan Luke Vickery.

Para pemain ini berkarier di ekosistem sepak bola modern seperti Jerman, Belanda, Amerika Serikat, dan Australia, serta dinilai memiliki keunggulan fisik, kecepatan, dan pemahaman taktik yang matang.

Strategi penguatan tim melalui program regenerasi dan pemanfaatan talenta keturunan ini ditegaskan oleh juru taktik asal Inggris tersebut sebagai fondasi jangka panjang demi target besar menembus Piala Dunia 2030.

“Menurut saya ini generasi yang sangat menarik. Hal terpenting dalam membangun sebuah tim adalah memahami timnas ini ingin dibawa ke mana pada tahun 2030,” kata Herdman via kanal YouTube Antara TV Indonesia.

Herdman berkaca pada pengalamannya saat menukari Timnas Kanada, di mana beberapa pemain muda yang awalnya tidak diperhitungkan justru berhasil menembus kompetisi elite Eropa.

“Tajon Buchanan misalnya, yang sekarang bermain di level top Eropa (Inter Milan), dulu bahkan belum masuk daftar. Jonathan David juga begitu,” ujar Herdman.

Selain memantau talenta diaspora, Herdman juga menekankan pentingnya menjaring bakat-bakat lokal sejak usia dini serta memberikan kesempatan bertanding di level internasional yang lebih cepat kepada para pemain muda potensial di kompetisi domestik.

“Kita harus melihat pemain usia 15 tahun,” ucap pelatih berusia 50 tahun tersebut.

Herdman kemudian mencontohkan bek muda Borneo FC, Alfharezzi Buffon, yang sudah tampil reguler di kompetisi lokal dan dinilai layak mendapatkan jam terbang bersama tim nasional.

“Pemain seperti itu perlu diberi kesempatan sekarang juga untuk menunjukkan kualitasnya di level lebih tinggi,” tutur Herdman.

Di sisi lain, fokus terdekat Timnas Indonesia adalah menghadapi dua laga krusial FIFA Matchday melawan Oman pada 5 Juni 2026 dan Mozambik pada 9 Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Rencana penambahan amunisi baru dari jalur diaspora untuk laga terdekat ini mendapat tanggapan dari pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan.

“Kita tahu bersama, di bulan Juni ada FIFA Matchday dan jadwalnya sudah jelas. Tanggal 5 Juni berhadapan dengan Oman. Kemudian tanggal 9 Juni kita jumpa dengan Mozambik. Semua akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta,” kata Ropan melalui kanal YouTube pribadinya.

Pria yang akrab disapa Bung Ropan ini memprediksi Herdman masih akan mengandalkan pilar-pilar utama yang sebelumnya berlaga di FIFA Series seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Emil Audero, dan Maarten Paes.

“Menuju ke sana, John Herdman akan banyak mengambil pemain-pemain yang sudah kita lihat bermain di FIFA Series kemarin. Baik ketika menghadapi Saint Kitts and Nevis dan juga menghadapi Bulgaria,” lanjutnya.

Mengenai rumor ketertarikan terhadap Luke Vickery dari Macarthur FC dan Mitchell Baker dari Colorado Rapids untuk mengisi lini serang, Ropan menilai opsi mendatangkan penyerang asal Australia menjadi yang paling masuk akal.

“Ada mungkin penambahan-penambahan pemain lainnya yang untuk dimasukkan melengkapi 23 pemain. Kabar yang mungkin saja banyak ditunggu banyak orang adalah apakah ada penambahan di FIFA Matchday untuk pemain diaspora,” ujar Ropan.

Ropan menambahkan bahwa kebutuhan mendesak skuad Garuda akan striker pelapis bagi Ole Romeny membuat salah satu dari dua nama tersebut menjadi prioritas buruan.

“Dua pemain tersebut adalah Luke Vickery, dia bermain di Macarthur FC. Ini pemain di lini serang dan juga kabar lain adalah Mitchell Baker yang sekarang bermain di Amerika Serikat dengan Colorado Rapids,” lanjutnya.

Kendati demikian, Ropan menggarisbawahi bahwa penyelesaian administrasi naturalisasi dalam kurun waktu singkat menjelang laga Juni merupakan hal yang sangat sulit direalisasikan.

“Tapi kalau yang dipilih itu saya pikir hanya satu nama. Kalau memang memilih, mungkin Luke Vickery yang paling penting untuk bisa bergabung,” tambah Ropan.

Proses panjang yang melibatkan persetujuan DPR RI, keputusan presiden, hingga pengambilan sumpah dinilai tidak bisa dipaksakan jika tidak berada dalam situasi yang benar-benar darurat.

“Saya sih masih agak ragu, karena dengan waktu yang cepat. Semoga kalau memang ini geraknya cepat, dalam waktu 16 hari ke depan Luke Vickery bisa tersedia. Kalau itu memang yang diinginkan John Herdman,” ujar Ropan.

Ropan mengingatkan bahwa otoritas sepak bola nasional harus tetap mengutamakan efisiensi tata kelola administrasi dan kesesuaian proyeksi jangka panjang tim.

“Ini kan mesti lewat proses tahap demi tahap ke DPR RI. Dibahas di sana. Kemudian nantinya ada tanda tangan dari presiden terus pengambilan sumpah,” lanjutnya.

Sampai saat ini, PSSI belum merilis pernyataan resmi terkait kelanjutan proses hukum perpindahan kewarganegaraan para pemain keturunan baru tersebut.

“Memang bisa dilakukan dengan cepat kalau memang dianggap urgent. Tapi kalau tidak urgent, untuk apa dipaksakan lebih cepat. Walaupun banyak yang menantikan,” pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author