Kylian Mbappe Buka Peluang Berkarier di Major League Soccer

Share

Penyerang tim nasional Prancis Kylian Mbappe menyatakan keterbukaannya untuk melanjutkan karier di kompetisi Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS), pada masa mendatang setelah sempat didekati oleh pemilik Inter Miami, David Beckham.

Pernyataan tersebut disampaikan Mbappe menjelang pertandingan kedua babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 melawan Irak di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026.

Pemain Real Madrid berusia 27 tahun itu menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membawa Prancis melangkah jauh di Piala Dunia, namun ia tidak menutup kemungkinan bermain di kompetisi Amerika Utara di akhir kariernya.

"Tentu saja, budayanya berbeda dengan kami di Eropa, dan saya selalu menyukai hal itu, fakta bahwa orang-orang memiliki ambisi tanpa batas, dan tidak takut untuk mengatakannya," kata Mbappe, penyerang timnas Prancis.

Mbappe menambahkan bahwa dirinya sering berkomunikasi dengan mantan kapten timnas Inggris, David Beckham, yang kini menjadi salah satu pemilik klub Inter Miami terkait peluang transfer tersebut.

"Apakah saya akan datang ke sini di akhir karier saya? Saya tidak tahu. David Beckham sering bertanya kepada saya. Kita lihat saja nanti, tetapi ini adalah negara yang saya sukai dan saya senang berada di sini," kata Mbappe, penyerang timnas Prancis.

Selain membahas peluang kepindahan ke Amerika Serikat, mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut juga berbicara mengenai masa bermainnya di dunia sepak bola profesional yang tidak akan bertahan hingga usia kepala empat.

"Saya tidak akan berada di sini pada usia 40 tahun, mereka akan menendang saya sebelum itu," kata Mbappe.

Ia menegaskan tidak ingin membuat rencana jangka panjang demi menikmati penampilannya di turnamen Piala Dunia 2026 yang sedang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

"Saya tidak membuat rencana jangka panjang, saya ingin menikmati Piala Dunia ini," kata Mbappe.

Mengenai perbandingan kualitas pemain di dunia saat ini, Mbappe memberikan penghormatan tinggi kepada dua megabintang, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, yang dinilainya masih berada di level teratas.

"Messi adalah pemain terbaik bersama Cristiano, itu jelas," kata Mbappe.

Kapten Les Bleus tersebut memilih mengabaikan perdebatan media mengenai status pemain terbaik dunia dan lebih memprioritaskan kemenangan timnya di atas lapangan hijau.

"I’m trying to help my team win another World Cup. The rest is just debate for journalists," kata Mbappe.

Saat ini, Mbappe telah mengoleksi total 14 gol di ajang Piala Dunia, hanya tertinggal dua gol dari rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa milik Miroslav Klose yang menyamai catatan Lionel Messi dengan 16 gol.

"I’m going to keep scoring to help my country go as far as possible. And, of course, by scoring, I’ll get closer to that record," kata Mbappe.

Pertandingan melawan Irak juga menjadi momen krusial karena akan menandai penampilan internasional ke-100 bagi penyerang yang telah mencetak 43 gol dari 47 laga bersama Real Madrid di musim 2025-2026 tersebut.

"United States memiliki budaya yang berbeda dari budaya kami. Saya selalu menyukai budaya ini di mana ambisi tidak memiliki batas, di mana orang tidak takut untuk mengatakan apa yang mereka bisa dan ingin lakukan. Itu tidak berhasil di semua tempat." kata Kylian Mbappe, kapten Prancis.

Mbappe membeberkan bahwa pembicaraan mengenai kepindahannya ke Amerika Serikat terus bergulir, terutama dengan intensnya pendekatan dari David Beckham.

"Apakah saya akan datang ke sini sebelum akhir karier saya? Mungkin, saya tidak tahu. David bertanya kepada saya apakah saya ingin datang ke Amerika Serikat.

Kita lihat saja nanti. Ini adalah negara yang saya sukai, sebuah kehormatan bisa berada di sini." kata Kylian Mbappe, kapten Prancis.

Kendati demikian, sang penyerang membantah spekulasi bahwa dirinya akan langsung memproyeksikan diri untuk menjadi pelatih sepak bola setelah pensiun nanti.

"Saya tidak selalu berpikir untuk menjadi pelatih, saya hanya seorang pencinta permainan, saya suka memahami detail terkecil dan belajar," kata Kylian Mbappe, kapten Prancis.

Fokus utama Mbappe saat ini tetap tertuju pada perolehan poin penuh bagi tim asuhan Didier Deschamps guna mengamankan tiket lolos ke babak sistem gugur Piala Dunia 2026 lebih awal.

"Selalu menjadi kehormatan memiliki kesempatan bermain untuk tim nasional. Tidak ada yang lebih besar daripada bermain untuk tim nasional," catat Kylian Mbappe, kapten Prancis.

Prancis sebelumnya memetik kemenangan 3-1 atas Senegal pada laga pembuka tanggal 16 June 2026 lewat sumbangan dua gol dari Mbappe.

"100 adalah angka bersejarah, ini akan menjadi spesial bagi saya tetapi taruhannya akan didahulukan, kami harus menang untuk lolos." catat Kylian Mbappe, kapten Prancis.

Melalui laporan Fabrizio Romano yang dikutip media sekbernews.id, Mbappe menyukai lanskap olahraga di Amerika Utara yang dinilainya sangat kompetitif.

"Playing in MLS one day? I don't know," kata Mbappe, per Fabrizio Romano.

Klub MLS sendiri memiliki sejarah panjang dalam mendatangkan bintang besar Eropa mulai dari Zlatan Ibrahimovic, Wayne Rooney, hingga Lionel Messi yang sukses meraih trofi MLS Cup bersama Inter Miami.

"Budaya Amerika berbeda, tidak ada batas untuk ambisi, saya menyukainya," tambah Mbappe.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author