BNI Siapkan Audit Laporan Keuangan Demi Aksi Korporasi
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menjadwalkan pemeriksaan terbatas terhadap laporan keuangan kuartal II-2026 oleh akuntan publik pada Senin, 22 Juni 2026, guna memuluskan rencana aksi korporasi perseroan.
Langkah keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini diambil oleh emiten berkode saham BBNI untuk mematuhi regulasi pasar modal yang berlaku.
"Dalam rangka memenuhi Peraturan BEI Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami sampaikan bahwa atas Laporan Keuangan Interim BNI Posisi 30 Juni 2026 akan dilakukan penelaahan secara terbatas oleh Akuntan Publik dalam rangka mendukung kebutuhan Perseroan terkait rencana aksi korporasi Perseroan," tulis Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo.
Pihak manajemen menargetkan penyerahan berkas audit interim posisi Juni tersebut selesai paling lambat akhir Agustus 2026, yang disetorkan bersamaan dengan laporan eksternal sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebelum agenda penelaahan ini bergulir, BNI dilansir dari Kontan telah memperkuat modal inti tambahan sebesar US$ 700 juta melalui instrumen Additional Tier 1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities pada bulan lalu.
Aksi korporasi tersebut berjalan beriringan dengan raihan laba bersih bank only sebesar Rp 9,05 triliun per Mei 2026, yang tumbuh 7,06 persen secara tahunan dari capaian bulan sebelumnya sebesar 6,07 persen.
Kenaikan laba emiten perbankan ini ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 33,15 persen secara tahunan menjadi Rp 1.063,91 triliun, meskipun simpanan masih didominasi oleh deposito sebesar Rp 337,1 triliun.
Di sisi lain, ekspansi kredit BNI mencatatkan pertumbuhan positif 24,55 persen secara tahunan menjadi Rp 940,88 triliun, sehingga mengerek total aset perseroan naik 25,1 persen hingga menyentuh angka Rp 1.365,36 triliun.