Stasiun KRL JIS Mulai Beroperasi dengan Layanan Terbatas
Layanan KRL Commuter Line di Stasiun Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, resmi dijalankan. Namun, para pengguna baru bisa memanfaatkan fasilitas secara terbatas karena stasiun ini baru mengoperasikan satu peron.
Dilansir dari Detik Finance, infrastruktur transportasi ini berada tepat di sisi Jalan R.E Martadinata, berdampingan dengan Stadion JIS. Perhentian kereta ini melayani penumpang untuk rute lintas Stasiun Jakarta Kota menuju Tanjung Priok, atau yang populer dengan sebutan pink line.
Aksesibilitas menuju area peron ditunjang oleh dua jalur utama, yakni pintu masuk yang menghadap langsung ke jalan raya serta interkoneksi melalui JPO JIS-Ancol. Keterbatasan satu peron membuat Stasiun JIS saat ini hanya mampu mengakomodasi perjalanan kereta dari arah Stasiun Tanjung Priok menuju Stasiun Jakarta Kota.
Masyarakat yang bergerak dari arah sebaliknya, yaitu dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Tanjung Priok, belum bisa turun langsung di stasiun baru ini. Penumpang dari arah Jakarta Kota diharuskan melanjutkan perjalanan terlebih dahulu hingga Stasiun Tanjung Priok, kemudian berpindah ke kereta tujuan berlawanan.
Kondisi fisik bangunan Stasiun KRL JIS saat ini masih berstatus semi permanen. Struktur tempat pemberhentian ini memanfaatkan material modular dari baja ringan serta kontainer peti kemas yang sudah dimodifikasi.
Fasilitas umum untuk mendukung kenyamanan penumpang telah tersedia di lokasi. Pengguna layanan dapat mengakses ruang kepala stasiun, musala, hingga toilet untuk pria, wanita, maupun penyandang difabel.
Seluruh ruang pelayanan tersebut untuk sementara waktu ditempatkan di dalam bangunan kontainer berwarna oranye dan abu-abu. Fasilitas ini bersifat temporer hingga proyek pembangunan permanen selesai dilakukan.
Target Penyelesaian Pembangunan Permanen
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa proses konstruksi Stasiun JIS akan terus berjalan. Meskipun saat ini masih memanfaatkan struktur modular semi permanen, tempat ini nantinya dikembangkan menjadi stasiun permanen seperti perhentian KRL lainnya.
"Hari ini stasiun ini sudah aktif dan sudah bisa melayani penumpang. Jadi jarak dari ujung ke ujung kurang lebih sekitar 15 menit. (Dari Stasiun JIS sekitar) 10 menit ke (Stasiun Jakarta) Kota. Jadi sudah aktif dan semakin akan kita kembangkan bahwa ini sebagai stasiun permanen," ujar Dudy usai meresmikan operasional stasiun.
Pemerintah menargetkan penyelesaian total proyek fasilitas transportasi massal ini dapat tercapai dalam periode satu tahun ke depan. Dudy tidak menjabarkan secara rinci mengenai detail pengembangan teknis, termasuk kepastian penambahan peron baru di masa mendatang.
"Kita harapkan dalam satu tahun ke depan pembangunan juga sudah selesai," kata Dudy.