Ibu Hamil Rentan Kekurangan Yodium yang Picu Gangguan Janin

Share

Yodium menjadi salah satu nutrisi krusial yang pemenuhannya kerap terabaikan selama masa kehamilan. Zat kimia ini berperan penting dalam pembentukan hormon tiroid yang mengatur metabolisme serta perkembangan otak janin.

Kebutuhan yodium yang melonjak drastis saat mengandung membuat para ibu hamil lebih rentan mengalami defisiensi nutrisi ini, seperti dilansir dari HaiBunda.

Beberapa pemicu kekurangan yodium antara lain pergeseran ke pola makan vegan yang menghindari sumber yodium, serta perubahan dalam proses pengolahan makanan modern.

Dokter dari Mercy Medical Center di Baltimore, dr. Jonathan Rich, menjelaskan bahwa metabolisme ibu hamil memerlukan lebih banyak hormon tiroid untuk menghasilkan energi.

"Pada ibu hamil, kebutuhan tiroid mereka meningkat. Tiroid menghasilkan energi untuk tubuh, sehingga saat hamil, perempuan membutuhkan lebih banyak hormon tiroid. Jika membutuhkan lebih banyak hormon, maka seseorang membutuhkan lebih banyak yodium, yang merupakan bahan pembangun hormon tiroid," kata Rich.

Sebuah studi dalam jurnal Paediatric and Perinatal Epidemiology tahun 2012 mengonfirmasi bahwa kekurangan yodium tingkat ringan dapat memicu disfungsi tiroid pada ibu hamil.

Sementara itu, penelitian dalam jurnal Nutrients tahun 2025 memaparkan bahwa minimnya asupan yodium dapat menurunkan sintesis tiroksin yang mengganggu pertumbuhan otak janin dan memicu defisit kognitif jangka panjang.

"Dampak kekurangan yodium pada perkembangan kognitif anak telah terbukti dengan baik dalam konteks kekurangan yang parah. Namun, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa bahkan kekurangan yodium ringan hingga sedang selama kehamilan dan menyusui dapat berdampak buruk pada hasil perkembangan saraf pada anak," demikian hasil kesimpulan studi tersebut.

Berdasarkan data Cleveland Clinic, komplikasi serius akibat defisiensi yodium meliputi keguguran, kelahiran mati (stillbirth), cacat lahir, terhambatnya pertumbuhan janin, hingga disabilitas intelektual.

Pada tingkat yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan kretinisme atau sindrom kekurangan yodium bawaan yang memicu keterlambatan fisik, bisu-tuli, kekakuan otot, dan tubuh pendek.

Gejala kekurangan yodium sering kali menyerupai gangguan medis lainnya, seperti tubuh mudah lelah, berat badan melonjak, kulit kering, rambut menipis, suara serak, sensitif dingin, serta pembengkakan leher.

Secara medis, diagnosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik kelenjar getah bening atau gondok, USG tiroid, serta tes darah.

Langkah penanganan utama bagi ibu hamil yang mengalami kondisi ini dilakukan melalui pemberian suplemen yodium atau suplemen hormon tiroid sesuai anjuran dokter.

Bila bayi terlahir dengan kondisi kekurangan yodium, pemberian terapi suplemen hormon tiroid juga akan disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author