BI Rate Naik Berpotensi Tekan Penjualan Mobil Baru

Share

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen berpotensi menekan angka penjualan mobil baru di pasar domestik, seperti dilansir dari Detik Oto pada Minggu (21/6/2026).

Peningkatan suku bunga acuan tersebut diperkirakan akan mendorong kenaikan suku bunga pinjaman, termasuk untuk sektor kredit kendaraan bermotor.

Data industri menunjukkan bahwa mayoritas pembelian mobil di Indonesia masih sangat bergantung pada skema pembiayaan, dengan persentase mencapai 70 hingga 80 persen dari total transaksi pembelian.

Kebijakan penyesuaian cicilan sepenuhnya berada di tangan perusahaan pembiayaan yang memiliki strategi pendanaan yang bervariasi.

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani memberi penjelasan mengenai ketidakpastian dampak langsung kebijakan tersebut terhadap dinamika pasar otomotif saat ini.

"Karena itu dilakukan oleh leasing company. Leasing company itu source dari fundingnya berbeda-beda. Jadi biasanya mereka masih punya kecukupan ya.

Lending ratenya belum tentu dari domestik soalnya. Tapi ada beberapa yang dari domestik. Jadi pasti mereka punya perhitungan sendiri ya.

Berapa lamanya saya tidak tahu pasti. Saya tak bisa menjawab berapa lamanya," ungkap Agung kepada wartawan di Depok, Minggu (21/6/2026).

Pihak produsen kini tengah mencermati kebijakan pelonggaran masa tenor dari lembaga pembiayaan sebagai langkah alternatif untuk menjaga daya beli konsumen di tengah tren kenaikan suku bunga.

"Bisa jadi, sangat berpotensi (membuat penjualan mobil tertekan). Tinggal kita lihat apakah hanya melihat (faktor) ratenya saja ataukah diberikan kemudahan bagi customer. Karena Mas Tri (dari Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation) sudah menyiapkan TOP (tenor kredit) yang 8 tahun walaupun persentasenya masih sedikit sekarang.

Jadi diberi kemudahannya bukan saja saat membayar. Tapi pada kemampuannya diperpanjang masa cicilannya," bilang Agung.

Pemberian fasilitas perpanjangan masa cicilan tersebut menjadi salah satu strategi pembiayaan domestik demi menjaga keterjangkauan pembayaran konsumen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author