RS West Penn Bantu Persalinan Empat Pasang Bayi Kembar Tiga Sekaligus

Share

Kelahiran langka empat pasang bayi kembar tiga sekaligus dalam waktu yang berdekatan terjadi di Rumah Sakit West Penn milik Allegheny Health Network (AHN) di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Momen bahagia tersebut diumumkan oleh pihak rumah sakit melalui media sosial dengan menampilkan potret para orang tua dan staf medis, seperti dilansir dari Wolipop.

Siklus persalinan menakjubkan ini dimulai oleh pasangan Sydney Barnes dan Grant Barnes yang menyambut kelahiran Junie, Frankie, dan Teddy pada 2 April 2026.

Suasana fasilitas medis ini semakin ramai pada bulan Juni ketika tiga pasang bayi kembar tiga lainnya lahir hanya dalam waktu tiga hari berurutan.

Mallory dan Corri Quinn menyambut kehadiran Caden, Eliana, dan Rory pada 10 Juni. Berselang satu hari, yaitu 11 Juni 2026, Matt dan Monica Wilden menyusul dengan kelahiran Dean, Charlie, dan Griffin.

Rangkaian kelahiran ini ditutup pada 12 Juni 2026 saat pasangan Julia dan Jeff DeFrancisis menyambut ketiga putri mereka, yakni Mila, Clara, dan Lena.

"Kami seperti melihat semuanya serba tiga! AHN West Penn Hospital baru-baru ini membantu menyambut empat pasang bayi kembar tiga yang mengejutkan, membawa kebahagiaan bagi para orang tua," tulis pihak rumah sakit dalam keterangan unggahannya dilansir dari People.

West Penn Hospital memiliki fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Level 3 yang dirancang khusus untuk menangani bayi prematur atau yang memerlukan perawatan medis spesifik.

"AHN West Penn Hospital adalah rumah bagi NICU Level 3 dan menyediakan perawatan khusus yang dibutuhkan oleh pasien-pasien mungil seperti mereka untuk memulai perjalanan hidup mereka yang luar biasa," tambah pihak fasilitas medis tersebut.

Keberadaan teknologi modern serta dedikasi perawat di ruang perawatan intensif terbukti mampu memberikan ketenangan bagi para orang tua baru.

Salah satu ibu, Monica Wilden, menceritakan pengalamannya selama menjalani masa perawatan pasca-melahirkan di rumah sakit tersebut.

"Banyaknya suara alarm dan bunyi bip di ruangan sempat membuat kami sedikit ragu dan khawatir. Namun, para perawat di sini sangat menenangkan. Sangat melegakan mengetahui bahwa ada kamera pemantau yang bisa kami akses kapan saja untuk mengecek dan melihat kondisi mereka," ungkap Wilden kepada media lokal WTAE.

Fasilitas kamera pemantau ini juga mempermudah keluarga besar yang tinggal berjauhan di negara bagian lain untuk memantau kondisi bayi secara berkala.

"Keluarga saya juga sangat menyukai fasilitas ini karena kami memiliki kerabat yang tinggal jauh, sehingga mereka bisa terus-menerus mengecek kondisi bayi-bayi kami," ujar Wilden.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author