BPIP Loloskan 76 Calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026

Share

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengumumkan 76 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat tahun 2026 yang berasal dari 38 provinsi pada Senin (22/6/2026). Para peserta yang terpilih ini berhasil lolos setelah melewati proses verifikasi ketat dari total 119.441 pendaftar di seluruh Indonesia, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Proses seleksi pembentukan calon Paskibraka ini berjalan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten dan kota hingga ke tingkat provinsi. Pengawasan ketat juga dilakukan pada tahapan verifikasi tingkat pusat yang meliputi pemeriksaan kesehatan, parade, peraturan baris-berbaris, psikologi, hingga wawancara dengan melibatkan tim medis, TNI, Polri, dan Himpunan Psikologi Indonesia.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi memberikan jaminan penuh bahwa seluruh tahapan penyaringan tersebut berjalan transparan, objektif, profesional, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

"Seluruh proses dilaksanakan melalui aplikasi transparansi paskibraka yang dikembangkan BPIP untuk memastikan semua tahapan berjalan secara terukur dan dapat dipantau secara terbuka. Tahapan tersebut dilaksanakan secara transparan, objektif, profesional serta menjunjung tinggi keadilan dan akuntabilitas," kata Yudian, Kepala BPIP.

Pihak panitia seleksi pusat menilai para peserta murni berdasarkan kemampuan serta kompetensi individu masing-masing individu tanpa adanya keistimewaan bagi wilayah tertentu.

"Sekali lagi saya tegaskan BPIP memastikan bahwa seluruh proses pembentukan paskibraka tahun 2026 dilaksanakan secara objektif, independen, dan bebas dari KKN," kata Yudian, Kepala BPIP.

BPIP juga merilis daftar nama sebagian peserta yang lolos, di antaranya Muhammad Hibban Annafis dan Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang (Aceh), Gussa Oliver Nainggolan dan Felesia Rismaito Munthe (Sumatera Utara), Ahmad Alfatih dan Ulya Kireina Halim (Sumatera Barat), Rizqy Aditya Siregar dan Arifa Rahma Maulydha (Riau), Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia Putri (Jambi), Muhammad Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi (Sumatera Selatan), M. Aryo Wira Zandhyka. Y dan Nadine Permata Vanza (Bengkulu), Naufal Ghaly Oktora dan Chika Azahra Salsabilla (Lampung), serta Muhammad Furqoen Nul Hakim dan Fira Haniyah (Kepulauan Bangka Belitung).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author