Donald Tusk Peringatkan Dampak Konflik Politik Polandia dan Ukraina

Share

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memperingatkan bahwa perselisihan politik antara Warsawa dan Kyiv terkait unit tentara Perang Dunia II merupakan kesalahan strategis yang merugikan kedua belah pihak secara bisnis, geopolitik, maupun reputasi. Hubungan diplomatik kedua negara memburuk setelah Presiden Polandia Karol Nawrocki mencabut penghargaan tertinggi Order of the White Eagle dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Jumat, 20 Juni 2026. Langkah Nawrocki dipicu oleh keputusan Zelenskyy menamai unit Pasukan Operasi Khusus Ukraina dengan nama Angkatan Darat Pemberontak Ukraina (UPA), kelompok nasionalis yang dituduh membantai warga Polandia selama Perang Dunia II.

Sebagai respons, Zelenskyy langsung mengembalikan bintang penghargaan tersebut ke Warsawa pada Sabtu, 21 Juni 2026, yang diikuti oleh pengembalian penghargaan Polandia oleh tiga mantan presiden Ukraina serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Tusk mengimbau kedua pemimpin negara untuk meredam emosi karena konflik ini dinilai hanya akan menguntungkan Rusia di tengah invasi yang sedang berlangsung. "Wading into a conflict between politicians in Poland and Ukraine is a strategic mistake that will harm both sides: business-wise, geopolitically, and reputationally. And in politics, as we know, a mistake is worse than a crime," tulis Tusk melalui media sosial X.

Tusk menambahkan bahwa garis depan pertempuran yang sebenarnya berada di tempat lain dan perselisihan ini sangat mengejutkan para sekutu barat. "Our service members choose a heroic name for their unit themselves, and as president and supreme commander-in-chief, I must support them," ujar Zelenskyy dalam wawancara yang diunggah di X.

Zelenskyy menegaskan bahwa tanpa Ukraina, tidak akan ada pihak yang mampu mempertahankan Polandia dari ancaman eksternal. "Without Ukraine, no one will be able to defend Poland. It is simply impossible," kata Zelenskyy. Zelenskyy juga menilai tindakan Presiden Nawrocki didorong oleh agenda politik elektoral internal di Polandia.

"I see this solely as an electoral process. President Karol Nawrocki is competing with Prime Minister Donald Tusk for political leadership within his camp. We have nothing to do with it; this is their internal issue," kata Zelenskyy kepada TSN.

Zelenskyy membandingkan manuver Nawrocki dengan kebijakan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán yang dinilai memanfaatkan sentimen anti-Ukraina. "This is what Viktor Orbán did. It is a bad story.

I believe it will end badly," ucap Zelenskyy. Zelenskyy menyatakan bahwa dividen politik tidak sepatutnya dibangun di atas kebencian karena akan merusak hubungan antar bangsa dalam jangka panjang.

"political dividends cannot be built on hatred because, in the long run, it leads to poor relations between nations," kata Zelenskyy.

Zelenskyy kemudian menceritakan momen pertemuan pertamanya ketika Nawrocki menghadiahinya sebuah buku tentang tragedi Volhynia. "I came to see him, and when we shook hands, his gift to me was a book about the Volhynia tragedy. I never talked about it publicly.

I never told people. I lived with it calmly. Now we are speaking about it openly because he is taking steps that I consider wrong," ungkap Zelenskyy.

Zelenskyy juga menyoroti bahwa Nawrocki belum pernah berkunjung ke Ukraina selama satu tahun menjabat sebagai presiden. "He has been president for a year and has never been to Ukraine. He talks about supporting Ukraine, but he has never been here.

The Prime Minister of Poland has visited many times. Poland supports us, and the Polish people support us," sebut Zelenskyy.

Di sisi lain, Presiden Karol Nawrocki menegaskan bahwa mayoritas masyarakat Polandia memandang UPA sebagai formasi yang bertanggung jawab atas kejahatan kejam selama Perang Dunia II. "For the majority of Polish society, the Ukrainian Insurgent Army remains above all a formation responsible for cruel crimes against the citizens of the Polish Republic during World War II," kata Nawrocki dalam pidatonya. Nawrocki menambahkan bahwa keputusan Ukraina memuliakan UPA sangat mengecewakan dan dapat merusak kepercayaan yang telah dibangun.

"For the overwhelming majority of Polish society, the UPA remains, above all, a formation responsible for the brutal crimes committed against citizens of the Republic of Poland during World War II," kata Nawrocki dalam video di situs resmi kepresidenan.

Nawrocki menegaskan tindakan Kyiv tidak hanya melukai memori historis, tetapi juga mengancam integrasi Ukraina ke struktur Eropa. "That is why the Ukrainian authorities' decision to glorify the UPA is not only outrageous, it is also incomprehensible and deeply disappointing," tutur Nawrocki. Nawrocki menyatakan Polandia telah membuka perbatasan bagi jutaan pengungsi Ukraina, namun persatuan Eropa menuntut kejujuran dalam menghadapi sejarah masa lalu.

"It hurts not only our historical memory. It also undermines the trust built up over the years and in recent months," ucap Nawrocki.

Nawrocki memperingatkan bahwa tidak ada tempat di Uni Eropa bagi pihak yang menolak prinsip penolakan terhadap totalitarianisme dan kultus kekerasan. "Poles opened their borders, their homes, and their hearts to millions of Ukrainians," kata Nawrocki.

Nawrocki memastikan Polandia tidak akan membiarkan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip tersebut terjadi di Uni Eropa. "Ukraine's path toward European structures also requires a willingness to honestly confront the difficult chapters of its own history," jelas Nawrocki.

Nawrocki menekankan kembali pentingnya menolak segala bentuk kekerasan masa lalu demi masa depan bersama. "A united Europe was built on the rejection of totalitarianism and the cult of violence. These principles must apply to everyone.

For those who do not understand this, there can be no place in the European Union, and Poland will certainly not allow it," tegas Nawrocki. Sementara itu, Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Kyrylo Budanov menilai keputusan pencabutan penghargaan tersebut merupakan tindakan yang tidak bersahabat.

"an unfriendly act toward our people," kata Budanov di Telegram.

Budanov menambahkan bahwa ketegangan ini menjadi hadiah bagi Rusia yang akan memanfaatkannya untuk melawan kedua negara. "a gift to the Moscow aggressor, which will certainly use it against both of our countries," cetus Budanov. Mantan Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk mengkritik balik keputusan pengembalian penghargaan yang dilakukan oleh pejabat Ukraina.

"one harmful and incorrect decision by the current president of Poland cannot be corrected by other incorrect decisions of ours," tulis Yatsenyuk di media sosial X.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha turut menyatakan kekecewaannya dan menganggap langkah Warsawa sebagai bentuk ketidakhormatan. "a strategic mistake by the President of Poland, from which only Moscow benefits," sebut Sybiha.

Sybiha menegaskan tidak boleh ada pemimpin negara lain yang mendikte sejarah nasional Ukraina. "No president of another country will dictate our history to us," tegas Sybiha.

Di sisi lain, ketegangan ini membayangi agenda Ukraine Recovery Conference yang dijadwalkan berlangsung pekan depan di Gdansk, Polandia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author