Esa Medika Mandiri Raih Proyek Alkes Rp780 Miliar Jelang IPO

Share

PT Esa Medika Mandiri Tbk mengantongi proyek pengadaan alat kesehatan senilai Rp780 miliar dari lembaga internasional menjelang pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026. Perolehan tersebut mendorong lonjakan laba bersih perseroan. Nilai total proyek tersebut berasal dari dua institusi global besar selama periode 2024 hingga 2025.

Perusahaan distributor dan manufaktur alat kesehatan ini mendapatkan tender dari Islamic Development Bank sebesar Rp631,4 miliar pada 2024. Selanjutnya, World Bank memberikan proyek senilai Rp149,1 miliar pada 2025 melalui program penguatan pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Kontrak-kontrak ini mencakup pengadaan peralatan bedah listrik, ruang operasi, hingga kamar ICU.

Berdasarkan data kinerja keuangan tahun 2025, pendapatan emiten berkode saham EMMI ini meningkat 18 persen secara tahunan menjadi Rp454,6 miliar. Pada saat yang sama, laba bersih perusahaan melonjak 210 persen menjadi Rp34,1 miliar.

Meskipun mencatat pertumbuhan signifikan, laporan prospektus menunjukkan adanya risiko ketergantungan yang tinggi terhadap proyek pemerintah. Segmen pemerintah berkontribusi sebesar 98,48 persen dari total pendapatan perseroan pada tahun 2025. Guna mendanai operasional dan ekspansi, EMMI menawarkan 522,9 juta saham baru melalui aksi penawaran umum perdana. Perusahaan mengalokasikan 68,7 persen dana hasil IPO untuk modal kerja dan 11,80 persen bagi pembangunan pabrik Cikupa.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Alat Kesehatan EMMI IPO
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author