Timnas Indonesia Agendakan Laga FIFA Matchday Kontra Oman dan Mozambik

Share

Timnas Indonesia bersiap menghadapi dua pertandingan krusial dalam agenda FIFA Matchday yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Skuad Garuda akan menantang kekuatan Oman sebelum bersua Mozambik empat hari setelahnya.

Seperti dilansir dari Bola, kedua pertandingan internasional tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga ini sekaligus menjadi pemanasan penting bagi tim nasional sebelum berlaga di putaran final Piala Asia 2027.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, diprediksi akan mempertahankan fondasi skuad yang berlaga di FIFA Series sebelumnya. Pemain-pemain andalan seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Emil Audero, hingga Maarten Paes diperkirakan kembali mengisi daftar panggil.

Di tengah persiapan taktis tersebut, muncul kabar mengenai upaya PSSI memproses naturalisasi dua pemain keturunan baru. Nama penyerang muda Macarthur FC, Luke Vickery, dan striker Colorado Rapids, Mitchell Baker, dikabarkan masuk dalam radar pantauan.

Kehadiran dua talenta muda ini diharapkan mampu menambah daya gedor lini depan Skuad Garuda yang selama ini bertumpu pada sosok Ole Romeny. Kendati demikian, otoritas tertinggi sepak bola Indonesia belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kelanjutan proses administrasi kedua pemain.

Analisis Pengamat Sepak Bola Nasional

Pengamat sepak bola, Ronny Pangemanan, turut memberikan analisis mendalam terkait kepastian jadwal pertandingan dan komposisi komposisi pemain yang akan dipanggil oleh tim pelatih.

“Kita tahu bersama, di bulan Juni ada FIFA Matchday dan jadwalnya sudah jelas. Tanggal 5 Juni berhadapan dengan Oman. Kemudian tanggal 9 Juni kita jumpa dengan Mozambik. Semua akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta,” kata Ropan melalui kanal YouTube pribadinya.

Pria yang akrab disapa Bung Ropan tersebut meyakini bahwa tim pelatih tidak akan melakukan banyak perombakan radikal pada komposisi tim yang sudah terbentuk.

“Menuju ke sana, John Herdman akan banyak mengambil pemain-pemain yang sudah kita lihat bermain di FIFA Series kemarin. Baik ketika menghadapi Saint Kitts and Nevis dan juga menghadapi Bulgaria,” lanjutnya.

Meskipun komposisi utama dinilai sudah solid, peluang masuknya nama-nama baru untuk melengkapi kedalaman skuad dinilai masih tetap terbuka lebar.

“Ada mungkin penambahan-penambahan pemain lainnya yang untuk dimasukkan melengkapi 23 pemain. Kabar yang mungkin saja banyak ditunggu banyak orang adalah apakah ada penambahan di FIFA Matchday untuk pemain diaspora,” ujar Ropan.

“Dua pemain tersebut adalah Luke Vickery, dia bermain di Macarthur FC. Ini pemain di lini serang dan juga kabar lain adalah Mitchell Baker yang sekarang bermain di Amerika Serikat dengan Colorado Rapids,” lanjutnya.

Melihat kebutuhan teknis di lapangan, Ropan memberikan pandangan personal mengenai figur penyerang yang paling mendesak untuk segera didatangkan ke Jakarta.

“Tapi kalau yang dipilih itu saya pikir hanya satu nama. Kalau memang memilih, mungkin Luke Vickery yang paling penting untuk bisa bergabung,” tambah Ropan.

Kendala Waktu dan Alur Birokrasi

Mengingat waktu pelaksanaan pertandingan yang semakin dekat, proses perpindahan kewarganegaraan ini dinilai menghadapi tantangan besar dari sisi durasi pengurusan dokumen di instansi pemerintahan.

“Saya sih masih agak ragu, karena dengan waktu yang cepat. Semoga kalau memang ini geraknya cepat, dalam waktu 16 hari ke depan Luke Vickery bisa tersedia. Kalau itu memang yang diinginkan John Herdman,” ujar Ropan.

Prosedur legalitas pemain diaspora di Indonesia secara regulasi harus melewati beberapa tahapan wajib, mulai dari tingkat legislatif hingga eksekutif.

“Ini kan mesti lewat proses tahap demi tahap ke DPR RI. Dibahas di sana. Kemudian nantinya ada tanda tangan dari presiden terus pengambilan sumpah,” lanjutnya.

Percepatan dokumen administrasi dinilai hanya bisa terwujud jika ada urgensi yang sangat tinggi dari tim kepelatihan demi kepentingan prestasi tim nasional dalam jangka panjang.

“Memang bisa dilakukan dengan cepat kalau memang dianggap urgent. Tapi kalau tidak urgent, untuk apa dipaksakan lebih cepat. Walaupun banyak yang menantikan,” pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author