Toprak Razgatlioglu Evaluasi Sasis Baru Yamaha M1 di Tes Barcelona
Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, menyelesaikan pengujian sasis baru pada sepeda motor YZR-M1 V4 dalam sesi tes resmi MotoGP 2026 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, pada Senin, 18 Mei 2026.
Uji coba tengah musim ini menjadi momentum krusial bagi pabrikan berlambang garpu tala tersebut untuk memangkas jarak performa dengan kompetitor memanfaatkan status hak konsesi penuh mereka.
Dilansir dari Harian Disway, sesi uji coba resmi ini merupakan kesempatan terakhir bagi seluruh tim untuk menguji motor bermesin 1.000cc sebelum dialokasikan khusus untuk ban Pirelli dengan motor prototipe 2027.
Sejumlah pembalap seperti Alex Marquez, Johann Zarco, dan Fabio Di Giannantonio terpaksa absen karena cedera pada balapan GP Catalunya akhir pekan lalu, sementara Pedro Acosta keluar sebagai yang tercepat.
Yamaha menjadi pabrikan paling sibuk dengan membagi fokus pengujian, di mana Jack Miller memprioritaskan paket aerodinamika baru sedangkan Razgatlioglu berfokus penuh pada sasis anyar.
Razgatlioglu menempati peringkat ke-19 setelah melahap 45 putaran dan dikabarkan sangat menyukai karakter sasis baru tersebut yang kemungkinan akan langsung diturunkan pada Grand Prix Italia di Sirkuit Mugello.
Kendati sesi berakhir lebih cepat akibat guyuran hujan deras di siang hari, juara dunia Superbike tiga kali ini merasa penampilannya mengalami lompatan besar saat motor memasuki tikungan.
"Secara keseluruhan, saya rasa tes ini positif bagi kami. Kami mengalami banyak peningkatan dengan ban medium, dan saya mampu tampil jauh lebih konsisten sekaligus mencatatkan waktu lap yang bagus," ujar Toprak Razgatlioglu, Pembalap Pramac Yamaha.
Razgatlioglu menambahkan bahwa perubahan karakter motor yang berbelok lebih baik membuatnya mampu melakukan akselerasi lebih awal secara alami.
"Kami membuat langkah maju lagi, terutama saat motor memasuki tikungan. Di beberapa area, saya merasa jauh lebih nyaman dibandingkan saat akhir pekan balapan kemarin." tambah Toprak Razgatlioglu, Pembalap Pramac Yamaha.
Pembalap asal Turkiye tersebut menyadari bahwa peningkatan race pace menggunakan ban kompon medium miliknya belum berbanding lurus saat beralih ke ban lunak untuk kualifikasi.
"Saat motor bisa berbelok lebih baik, saya bisa berakselerasi lebih awal dan lebih alami. Hal ini sangat membantu saya untuk memahami karakter motor MotoGP dengan lebih baik," pungkas Toprak Razgatlioglu, Pembalap Pramac Yamaha.
Kondisi ban lunak memberikan cengkeraman dan dorongan lebih tinggi yang membuatnya kesulitan mempertahankan kecepatan di tikungan seperti saat menggunakan ban medium.
"I senang karena kami banyak mengalami peningkatan, terutama dengan ban medium. Kami membuat langkah yang sangat besar, terutama dalam memasuki tikungan. Saya merasa motor berbelok sedikit lebih baik. Akselerasi juga lebih mudah karena dengan berbelok [lebih baik], saya bisa menambah kecepatan lebih awal. Ini sangat bagus, catatan waktu lap yang sangat konsisten. Tetapi ketika saya menggunakan ban lunak untuk catatan waktu lap yang lebih baik, saya mendapatkan catatan waktu lap yang sama. Masalah terbesar dengan ban lunak adalah cengkeraman yang lebih baik dan 'dorongan'. Tetapi saya tidak mampu mempertahankan kecepatan di tikungan seperti [yang bisa saya lakukan] dengan ban medium. Karena saya memeriksa data Fabio [Quartararo]. Dengan ban lunak, dia bisa mengambil kecepatan lebih tinggi di tikungan," ucap Toprak Razgatlioglu, Pembalap Pramac Yamaha.
Razgatlioglu menekankan pentingnya mengubah gaya berkendara dengan ban lunak demi mengamankan posisi start yang lebih baik pada hari Sabtu.
"Saya perlu sedikit mengubah gaya berkendara dengan ban lunak karena ini sangat penting dalam kualifikasi. Jika Anda mencetak waktu lap yang bagus dan memulai dari depan, Anda selalu tetap berada di grup terdepan. Tetapi ketika Anda memulai dari belakang, tidak mudah untuk maju ke depan," pungkas Toprak Razgatlioglu, Pembalap Pramac Yamaha.
Adaptasi sang pembalap mendapat perhatian khusus dari manajemen tim setelah akhir pekan yang berat di GP Catalunya akibat permukaan lintasan yang licin.
Berdasarkan laporan asatunews.co.id, Razgatlioglu sempat terkena penalti regulasi tekanan ban yang membuat posisinya melorot ke urutan 16 pada balapan utama, tepat bersandingan dengan rekan setimnya.
Manajer Tim Pramac Racing, Gino Borsoi, menilai sisa-sisa gaya membalap khas WorldSBK masih terbawa oleh sang rookie karena keterbatasan waktu untuk mengubahnya secara drastis saat pekan balap.
"Saya tidak akan mengatakan dia membalap dengan buruk, dia hanya membalap dengan cara yang berbeda. Sekarang Toprak memulai dengan pendekatan baru. Bagi dia, situation ini seperti mundur dua langkah sebelum akhirnya melompat empat langkah maju setelah semuanya selaras," kata Gino Borsoi, Manajer Tim Pramac Racing.
Borsoi menjelaskan bahwa ban dan spesifikasi motor MotoGP menuntut pendekatan berkendara yang jauh lebih agresif dibandingkan motor produksi massal.
"Ia bukan membalap dengan buruk, tapi gaya membalapnya masih seperti saat di Superbike," kata Gino Borsoi, Manajer Tim Pramac Racing.
Melalui analisis data telemetri Yamaha, manajemen tim melihat adanya perkembangan positif berupa kesamaan teknik menikung dengan pembalap tim pabrikan.
"Tidak ada cukup waktu untuk mengubah gaya membalap secara drastis. Tapi di MotoGP memang harus ada adaptasi karena karakter ban dan motor di sini berbeda," ujarnya Gino Borsoi, Manajer Tim Pramac Racing.
Pergeseran gaya berkendara ini memaksa pembalap untuk merelakan catatan waktunya selama fase penyesuaian demi hasil jangka panjang.
"Sulit melakukan itu saat balapan karena waktunya terbatas dan semua rider pasti fokus mengejar hasil. Untuk mengubah gaya membalap, seorang pebalap harus rela kehilangan waktu, dan tidak ada rider yang suka melakukan itu," katanya Gino Borsoi, Manajer Tim Pramac Racing.
Borsoi meyakini proses yang menguras energi ini akan membuahkan hasil optimal begitu seluruh aspek berkendara terintegrasi dengan baik.
"Sekarang Toprak sudah mulai mencoba pendekatan itu. Mungkin dia harus mundur dulu sebelum nantinya bisa melompat empat langkah ke depan saat semuanya sudah sinkron," ujarnya Gino Borsoi, Manajer Tim Pramac Racing.
Data internal menunjukkan margin kecepatan Razgatlioglu sudah semakin rapat dengan barisan depan, bahkan sempat hanya terpaut setengah detik dari pemimpin lomba di Catalunya.
"Dari data yang kami lihat, di banyak tikungan dia sudah mulai belajar membalap seperti Quartararo," kata Gino Borsoi, Manajer Tim Pramac Racing.
Catatan waktu putaran terbaik Razgatlioglu hanya tertinggal 0,630 detik dari pemenang balapan, Fabio Di Giannantonio, dan berselisih kurang dari 0,2 detik dari Fabio Quartararo.
"Potensinya sangat besar, kita hanya perlu menunggu dan adil untuk memberinya waktu beradaptasi di kategori baru ini," tutup Gino Borsoi, Manajer Tim Pramac Racing.
Pihak tim menegaskan fokus utama saat ini adalah memberikan ruang bagi pembalap rekrutan baru tersebut untuk menyelaraskan seluruh data telemetri.
"Kalau melihat gap saat balapan, Quartararo memang jadi acuan utama. Tapi ada momen ketika Toprak bisa mencatat lap hanya setengah detik di belakang para pemimpin lomba," ujar Gino Borsoi, Manajer Tim Pramac Racing.
Evaluasi menyeluruh terhadap sasis baru dan perangkat aerodinamika tiga tingkat milik Yamaha dijadwalkan berlanjut pada seri Grand Prix Italia di Sirkuit Mugello pada 29-31 Mei 2026.