Calvin Verdonk Cetak Sejarah Lolos ke Kualifikasi Liga Champions Eropa bersama Lille
Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, bersiap mengukir sejarah baru dalam karier sepak bolanya. Dirinya bakal menjadi salah satu pesepak bola dari Asia Tenggara yang berkesempatan tampil di ajang paling bergengsi antarklub Eropa, Liga Champions.
Momen bersejarah ini dipastikan setelah Calvin Verdonk merampungkan musim kompetisi Ligue 1 2025/2026 bersama klubnya, Lille. Laga penutup kompetisi kasta tertinggi Prancis tersebut dijalani Lille saat berhadapan dengan Auxerre.
Seperti dikutip dari Bola, pertandingan pekan ke-34 Ligue 1 2025/2026 yang berlangsung pada Senin (18/5/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan kekalahan Lille 0-2 di kandang sendiri. Dalam laga tersebut, Calvin Verdonk turun bermain selama 45 menit babak kedua untuk menggantikan Romain Perraud.
Hasil minor pada laga terakhir tersebut tidak mengubah posisi Lille di tabel klasemen akhir Ligue 1. Lille tetap bertengger di peringkat ketiga, posisi yang sekaligus menyegel tiket menuju babak Kualifikasi Liga Champions.
Media asal Vietnam, Soha, turut menyoroti kesuksesan Calvin Verdonk menembus kompetisi elite Eropa tersebut. Selain Verdonk, terdapat satu pemain lain dari kawasan Asia Tenggara yang berpeluang tampil di Liga Champions musim depan, yakni Erawan Garnier.
Erawan Garnier merupakan pemain Thailand keturunan Prancis yang membela RC Lens, klub yang finis di peringkat kedua klasemen akhir Ligue 1. Kendati demikian, Garnier tercatat jarang mendapatkan menit bermain dan hanya mengoleksi satu penampilan sepanjang musim ini.
Kondisi tersebut berbeda dengan Calvin Verdonk yang menjadi andalan reguler di skuat Lille. Pemain berusia 28 tahun itu sukses mencatatkan 18 pertandingan di Ligue 1, tujuh penampilan di Europa League dengan torehan satu assist, serta satu laga di Piala Prancis.
"Sejarah tercipta dengan dua pemain Asia Tenggara pertama yang lolos ke Liga Champions. Bersama Erawan Garnier, Calvin Verdonk menjadi dua pemain pertama dari kawasan ini yang lolos ke Liga Champions," tulis Soha.
Soha menilai Calvin Verdonk mendapatkan sorotan lebih besar berkat kontribusi signifikannya dalam membawa Lille menembus kompetisi Eropa. Verdonk juga berstatus sebagai pemain kunci di Timnas Indonesia senior, sedangkan Garnier baru membela tim Thailand U-23.
Kehadiran kedua pemain ini di panggung tertinggi Eropa dipandang memberikan dampak positif bagi sepak bola Asia Tenggara. Musim depan, performa keduanya di Liga Champions akan menjadi pembuktian kualitas talenta kawasan ini di tingkat dunia.
"Hasil ini memungkinkan dua bintang Asia Tenggara untuk tampil di panggung dunia. Ini bukan hanya sumber kebanggaan pribadi, tetapi juga dorongan besar untuk mengangkat posisi sepak bola kawasan ini di peta dunia," tulis Soha.
Lille sukses menemani Paris Saint-Germain (PSG) dan RC Lens untuk mewakili Prancis di Liga Champions musim depan. Keberhasilan Lille mengunci peringkat ketiga didapat setelah mengoleksi 61 poin, unggul satu angka dari Lyon yang menelan kekalahan dari Toulouse.
Bagi Calvin Verdonk pribadi, kepastian ini melengkapi catatan impresifnya setelah menjadi pemain Indonesia pertama yang merumput di Ligue 1 sejak ditransfer dari NEC Nijmegen. Melalui media sosial, Verdonk mengungkapkan antusiasmenya menyambut kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.
"Liga Champions, akhirnya datang. Jumpa lagi di musim depan, kami menghargai kalian semua," demikian pesan Verdonk yang diunggah di akun Instagram pribadinya @c.verdonk.