Persib Bandung Berpeluang Segel Gelar Juara BRI Super League

Share

Persib Bandung berada di ambang pintu juara kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League 2025/2026. Tim Maung Bandung saat ini masih kokoh menempati posisi puncak klasemen sementara dengan raihan 78 poin.

Skuat asuhan Bojan Hodak tersebut unggul dua angka dari pesaing terdekat mereka, Borneo FC. Seperti dilansir dari Bola, Persib Bandung hanya membutuhkan tambahan satu poin lagi untuk bisa mengunci gelar juara musim ini.

Pertandingan penentu tersebut akan mempertemukan Persib Bandung dengan Persijap Jepara. Laga pamungkas ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5/2026).

Pada waktu yang sama, Borneo FC bakal melakoni laga kandang menjamu Malut United di Stadion Segiri. Borneo FC membutuhkan keajaiban besar karena wajib meraih kemenangan sembari berharap Persib Bandung menelan kekalahan.

Melihat performa di atas kertas, Pangeran Biru diunggulkan karena bermain di hadapan pendukung sendiri. Persib Bandung tampil sangat dominan sepanjang bergulirnya kompetisi kasta teratas Indonesia periode ini.

Keberhasilan mengamankan trofi pada akhir pekan nanti akan menjadi gelar juara ketiga yang diraih Persib Bandung secara beruntun. Catatan ini memperpanjang dominasi mereka yang sebelumnya pernah merajai era kompetisi Ligina dan Indonesia Super League (ISL) 2014.

Persib Bandung sebelumnya sukses meraih trofi Liga 1 2023/2024 setelah menumbangkan Madura United di babak Championship Series. Mereka menang dengan agregat telak 6-1, setelah unggul 3-1 di leg pertama dan kembali menang 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan pada leg kedua.

Pencapaian tersebut menjadi momentum bersejarah karena menyudahi puasa gelar juara liga yang berlangsung selama 10 tahun. Pada musim selanjutnya, yaitu 2024/2025, Persib Bandung sukses mempertahankan takhta juara secara back-to-back di bawah komando Bojan Hodak.

Kini pada musim ketiga, hasil imbang melawan Persijap Jepara sudah cukup untuk memastikan gelar juara hattrick. Tambahan trofi akhir pekan ini akan membuat koleksi gelar Liga Indonesia milik Persib Bandung menjadi sembilan, di mana empat di antaranya diraih pada era Perserikatan.

Amunisi Baru dan Rekor Tak Terkalahkan

Kekuatan Persib Bandung tidak mengendur karena manajemen berhasil mendatangkan amunisi baru yang berkualitas. Dua personel Timnas Indonesia, Thom Haye dan Eliano Reijnders, berhasil direkrut untuk memperkuat tim.

Selain itu, deretan legiun asing juga didatangkan untuk mengisi komposisi skuat. Mereka adalah Federico Barba, Sergio Castel, Patricio Matricardi, Frans Putros, Luciano Guaycochea, Berguinho, Uilliam Barros, Ramon Tanque, dan Andrew Jung.

Manajemen Pangeran Biru juga membuat gebrakan dengan mendaratkan mantan bintang PSG dan Timnas Prancis, Layvin Kurzawa. Kehadiran para pemain baru ini membuat kolektivitas tim yang dipoles Bojan Hodak menjadi sangat konsisten di papan atas.

Menjelang laga terakhir, Beckham Putra dan kawan-kawan mencatatkan rekor impresif dengan tidak terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhir di BRI Super League. Rekor tersebut bersih dengan rincian 15 kali memetik kemenangan dan lima kali meraih hasil imbang.

Manajemen Sehat Menjadi Kunci Keberhasilan

Performa apik tim kebanggaan Bobotoh ini mendapat apresiasi dari pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo. Pengelolaan klub yang profesional dinilai menjadi faktor utama di balik kedigdayaan Persib Bandung.

"Harus diakui Persib merajai Liga Indonesia karena manajemen yang benar-benar sehat, kompak, sponsor yang berdatangan untuk membantu finansial mereka. Bisa dilihat compositional mereka yang banyak dihuni pemain grade A baik di level Indonesia maupun legiun asingnya," tuturnya.

Aris Budi Sulistyo menilai sistem manajerial finansial Persib Bandung layak menjadi contoh bagi klub-klub lain di Indonesia. Masalah penunggakan hak pemain yang sering menjadi kendala klasik di Liga Indonesia tidak ditemukan di klub ini.

"Hanya segelintir tim di Indonesia yang bisa mengejar kondisi di Persib. Kita tidak pernah mendengar berita Persib menunggak gaji pemain bahkan hingga berbulan-bulan. Persib menjadi contoh oleh tim-tim lain," beber pria asal Solo tersebut.

Model pengelolaan yang profesional namun tetap mengutamakan kedekatan emosional menjadi kunci utama motivasi para pemain di lapangan.

"Contoh yang bisa diambil adalah model pengelolaan dari Persib yang mengutamakan kekeluargaan, pemain benar-benar mendapatkan haknya yang membuat mereka akan memberikan yang terbaik untuk klub," pungkas Aris Budi Sulistyo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author