Leo/Daniel Melaju ke Final Thailand Open 2026
Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berhasil melangkah ke babak final Thailand Open 2026 setelah menumbangkan pasangan China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu, pada Sabtu (16/05/2026). Dilansir dari Bola, Leo/Daniel meraih kemenangan lewat pertarungan dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-18.
Tiket final tersebut membawa konsekuensi besar bagi pasangan Indonesia ini karena mereka harus langsung bersiap menghadapi laga pamungkas pada keesokan harinya. Leo/Daniel dijadwalkan bertanding memperebutkan gelar juara melawan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Mengenai laga final mendatang, Leo Rolly Carnando memberikan perhatian khusus pada kekuatan pasangan India tersebut. Leo menilai bahwa seluruh aspek dari permainan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty wajib diwaspadai secara penuh oleh mereka.
"Serangan mereka harus diantisipasi dengan kondisi lapangan yang rasanya setiap hari berbeda dari arah anginnya, shuttlecocknya jadi kami harus terus siap," kata Leo.
Sementara itu, Daniel Marthin memberikan penegasan bahwa motivasi mereka tetap terjaga untuk menghadapi laga berikutnya. Daniel menyatakan bahwa performa impresif sejauh ini tidak membuat duet Indonesia tersebut lekas berpuas diri.
"Masih ada pertandingan besok dan banyak pertandingan ke depan yang harus kami jalani dan kami waspadai," ungkap Daniel Marthin.
Keberhasilan menembus partai puncak Thailand Open 2026 juga diwarnai aksi saling melempar pujian antara kedua pebulu tangkis Indonesia ini. Leo memberikan apresiasi tinggi kepada Daniel yang mampu kembali tampil apik walau baru saja melewati masa absen yang cukup lama dari lapangan pertandingan.
"Saya pasti senang banget bisa mencapai final sama Daniel lagi. Apresiasi dan salut untuk dia yang bisa langsung ke final di turnamen pertama setelah absen satu tahun, itu bagus banget," ungkapnya.
Di sisi lain, Daniel memandang proses kembalinya duet mereka berjalan lancar karena faktor kedekatan permainan. Karakteristik bermain Leo yang sudah dipahami dengan baik membuat proses penyatuan kembali di lapangan tidak memerlukan waktu adaptasi yang panjang.
"Kami kan sudah pernah berpasangan walaupun sempat berpisah tapi sekarang pas disatukan lagi tidak banyak adaptasi lagi. Sekarang kami juga punya tujuan yang sama, ingin juara bareng-bareng jadi lebih enak, lebih klop," Daniel menuturkan.