PDIP Tegaskan Posisi Sebagai Partai Penyeimbang di Luar Pemerintah

Share

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menegaskan posisi politik partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah merespons desakan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), seperti dilansir dari Detikcom.

"Partai penyeimbang di luar pemerintahan," kata Andreas kepada wartawan, Jumat (19/6).

Andreas menambahkan bahwa penetapan posisi penyeimbang tersebut bukan keputusan sepihak, melainkan mandat resmi dari seluruh kader.

"Itu keputusan kongres partai," sambungnya.

Sebelumnya, sikap tegas tersebut diminta langsung oleh Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6) demi menghindari kesan yang membingungkan bagi publik.

"Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di opsi, oposisi. Jangan abu-abu.

Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata," kata Jazilul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6).

Permintaan Jazilul tersebut dilontarkan ketika dirinya merespons pertanyaan dari awak media mengenai isu keterlibatan politisi Andi Widjajanto dalam aksi unjuk rasa beberapa hari sebelumnya.

Komentar PKB terhadap PDIP ini kemudian mendapat sorotan tajam dari Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno pada Sabtu (20/6/2026), yang menilai PKB tidak memiliki hak untuk mendesak posisi PDIP.

"Yang berhak mendesak PDIP jangan abu-abu itu tentu saja cuma Gerindra sebagai partai pemenang pilpres, bukan yang lain. Pada saat bersamaan Banyak juga yang bertanya kritis, PKB atas nama siapa mendesak PDIP agar tak abu-abu. Mengingat PKB partai yang kalah pilpres seperti PDIP," kata Adi Prayitno saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).

Adi menduga desakan politisi PKB muncul karena adanya tudingan anggota PDIP ikut serta dalam demonstrasi di Jakarta baru-baru ini.

"Pernyataan Politisi PKB itu sepertinya sebagai bentuk respons atas tudingan salah satu Politisi PDIP ikut demo di Jakarta kemarin. Sebab itulah, PKB minta PDIP bersikap tegas, oposisi atau koalisi, jangan abu-abu," ucap Adi.

Menurut pengamatan Adi, PDIP terkesan abu-abu karena partai berlambang banteng itu berulang kali menyatakan tetap menjaga relasi yang harmonis dengan Presiden Prabowo Subianto.

"PDIP membantah tak terlibat urusan demo. PDIP klaim masih punya hubungan baik dengan Prabowo," imbuhnya.

Kendati demikian, Adi menjelaskan ada dua argumen utama mengapa banyak pihak menaruh harapan agar PDIP mengambil jalur oposisi sepenuhnya.

"Argumennya 2 hal, pertama, tak ada partai yang jadi oposisi, bahkan dalam banyak hal kelompok kritis melemah, lalu kedua, PDIP punya DNA oposisi jitu seperti di era SBY," ujar dia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author