Persaingan Degradasi Liga Italia 2025/2026 Berjalan Dramatis

Share

Persaingan di papan bawah Liga Italia 2025/2026 berlangsung sangat sengit hingga menit-menit terakhir. Seperti dilansir dari Bola, tiga pertandingan yang melibatkan Cagliari Calcio, US Lecce, dan US Cremonese sempat mengubah situasi klasemen nyaris setiap menit sebelum peluit panjang berbunyi.

Cagliari menjadi tim pertama yang berhasil memastikan diri aman dari ancaman degradasi. Kemenangan 2-1 atas Torino FC membuat klub berjuluk Rossoblu tersebut selamat satu pekan lebih cepat dari akhir musim.

Pada laga lain, Lecce sukses meraih kemenangan dramatis dengan skor 3-2 saat bertandang ke markas US Sassuolo. Sementara itu, Cremonese juga menjaga peluang bertahan di kompetisi tertinggi setelah menang tipis 1-0 di kandang Udinese Calcio.

Berbagai hasil pertandingan ini rupanya belum mengubah susunan klasemen sementara di papan bawah. Lecce kini masih unggul satu poin di atas Cremonese menjelang pekan terakhir Serie A musim ini.

Cagliari sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi mereka di Serie A. Namun, skuad asuhan Fabio Pisacane ini justru mampu memetik poin penuh di hadapan pendukung sendiri.

Keunggulan Cagliari dibuka pada menit ke-37 melalui tendangan jarak jauh spektakuler yang dilepaskan oleh Obrador. Lesatan tersebut langsung menghujam sudut atas gawang Torino sekaligus menjadi gol perdana sang pemain di Serie A.

Torino sempat membalas dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hanya dua menit berselang. Sebastiano Esposito berhasil menuntaskan umpan dari Gaetano dengan sebuah sepakan mendatar ke pojok gawang.

Sebelum babak pertama usai, Yerry Mina mencetak gol penentu kemenangan bagi Cagliari. Bek tersebut memanfaatkan bola liar di depan gawang setelah tendangan Zappa sempat ditepis oleh penjaga gawang Torino.

Ketegangan luar biasa juga terjadi di markas Sassuolo saat menghadapi Lecce. Tim tamu tampil menekan sejak awal laga dan langsung unggul dua gol berkat aksi Walid Cheddira pada menit ke-14 dan ke-25.

Sassuolo tidak tinggal diam dan berhasil bangkit untuk menyamakan skor menjadi 2-2. Dua gol balasan tuan rumah diborong oleh Andrea Pinamonti, dengan gol kedua lahir pada menit ke-83.

Saat laga diperkirakan akan berakhir seri, Lecce secara mengejutkan mencetak gol kemenangan pada menit ke-96. Berawal dari umpan sundulan Gandelman, Nikola Stulić mengontrol bola sambil membalikkan badan di kotak penalti lalu melepaskan sepakan keras kaki kiri yang mengubah skor menjadi 3-2.

Di tempat berbeda, Cremonese sempat membuka asa keluar dari zona merah setelah menumbangkan Udinese 1-0. Gol tunggal tim tamu dilesakkan oleh Jamie Vardy pada menit kesembilan.

Mantan penyerang Leicester City FC tersebut memanfaatkan kelengahan barisan belakang Udinese. Ia langsung menyambar bola muntah yang gagal ditepis dengan sempurna oleh kiper lawan.

Udinese gagal memberikan perlawanan berarti dan tidak mampu menyamakan kedudukan hingga pertandingan selesai. Selesai laga, kemenangan Cremonese ini terasa hambar setelah mereka mendengar kabar kemenangan dramatis yang diraih Lecce.

Kondisi ini membuat posisi kedua tim di klasemen tidak mengalami pergeseran. Lecce tetap berada satu tingkat di atas zona degradasi, sedangkan Cremonese harus berjuang hidup-mati pada laga pamungkas.

Pada pertandingan terakhir, Lecce dijadwalkan menjamu Genoa CFC yang posisinya sudah aman. Di sisi lain, Cremonese menghadapi ujian berat karena harus bertandang ke markas Como 1907 yang sedang mengejar tiket Liga Champions.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Degradasi Liga Italia Serie A
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author