Kementerian PU Ajukan Pinjaman Bank Dunia Rp17 Triliun Perbaiki Jalan
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merencanakan pengajuan pinjaman dana kepada Bank Dunia sebesar Rp17 triliun untuk mempercepat program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) pada tahun 2027, seperti dilansir dari Detik Finance pada Jumat (19/6/2026).
Langkah penambahan dana eksternal ini diambil karena pembiayaan untuk percepatan pembangunan serta perbaikan jalan daerah tersebut tidak dimasukkan ke dalam alokasi anggaran reguler yang tertera di Nota Keuangan RAPBN 2027.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, bahwa kalkulasi kebutuhan anggaran untuk program IJD sebenarnya sudah dirumuskan secara matang oleh kementeriannya.
"Kalau Inpres, Inpres itu Presiden nanti bicaranya. Nggak masuk ke nota. Hitungan sih ada, tapi biasanya nanti kita akan diminta khusus di luar penganggaran yang regular," ujar Dody Hanggodo, Menteri PU.
Penggunaan pinjaman dari lembaga keuangan internasional dinilai menjadi opsi terbaik guna memastikan target-target perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah dapat diselesaikan secara tepat waktu.
"Tapi kan ada loan dari World Bank. Jadi kita minta loan dari World Bank untuk kita bisa kejar lebih cepat untuk Inpres Jalan Daerah Tahun 2027," terang Dody Hanggodo, Menteri PU.
Dody juga memberikan konfirmasi langsung mengenai nominal dana pinjaman luar negeri yang diajukan oleh pemerintah untuk program prioritas tersebut.
"(Berapa itu nilainya?) Rp 17 triliun," jawab Dody Hanggodo, Menteri PU.