Cesc Fabregas Buka Peluang Melatih Real Madrid di Masa Depan

Share

Isu menarik merebak di tengah situasi internal Real Madrid yang dikabarkan sedang mencari juru taktik baru sekaligus menyelesaikan persoalan di ruang ganti. Dilansir dari Bola, nama Jose Mourinho santer dirumorkan bakal kembali ke Santiago Bernabeu, meskipun belum ada respons resmi dari pria Portugal tersebut.

Di luar nama Mourinho, muncul sosok Cesc Fabregas yang memberikan pernyataan mengejutkan mengenai masa depannya. Mantan gelandang Barcelona itu berpotensi memicu kemarahan pendukung Los Cules setelah tidak menutup peluang untuk menakhodai Real Madrid suatu hari nanti.

Fabregas saat ini tengah banjir pujian berkat performa impresifnya dalam menukang Como. Pria berusia 39 tahun tersebut berhasil membawa klub Italia itu promosi dari kasta kedua pada musim panas 2024.

Kebangkitan Como di bawah arahan Fabregas terus berlanjut setelah musim lalu finis di peringkat kesembilan Serie A, yang menjadi pencapaian terbaik klub sejak 1987. Akhir pekan lalu, Como resmi mengamankan tiket kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

Kemenangan tipis 1-0 atas Hellas Verona memastikan satu tempat bagi Como di Europa Conference League musim depan. Peluang menembus Liga Champions bahkan masih terbuka karena Como yang berada di posisi keenam hanya tertinggal dua poin dari Roma dan AC Milan dengan dua laga tersisa.

Keberhasilan di musim penuh keduanya sebagai pelatih ini membuat Fabregas mulai dikaitkan dengan klub besar seperti Barcelona dan Chelsea yang sedang kosong. Namun, Fabregas memilih menjaga jarak dari spekulasi tersebut demi fokus menuntaskan musim di Lombardy.

Pernyataan Terbuka Menuju Bernabeu

Pola pikir mengenai karier masa depannya diungkapkan Fabregas dalam wawancara mendalam bersama Cadena COPE. Isyarat kesiapannya melatih Real Madrid cukup mengejutkan mengingat ia merupakan produk asli akademi La Masia yang pernah menyumbang enam trofi untuk Barcelona sejak kembali pada 2011.

"Apakah Anda memiliki batasan tegas (red line)? Jika Real Madrid memanggil Anda suatu hari nanti… mungkinkah Anda menjadi pelatih Real Madrid?" tanya presenter Juanma Castano.

Fabregas menjawab dengan penuh isyarat.

"Saya tidak punya batasan tegas. Satu hal yang saya tegaskan sejak awal adalah saya tidak ingin menjadi asisten pelatih lagi. Saya jelas ingin menjadi pelatih kepala. Hal lainnya (peluang melatih Real Madrid)? Saya bahkan belum memikirkannya. Saya tidak punya waktu untuk memikirkan apa pun," ujar Fabregas, seperti dikutip Metro, Rabu (13/5/2026).

Komitmen Jangka Panjang

Meski tidak menolak peluang di masa depan, Fabregas menegaskan tidak akan pindah dalam waktu dekat karena berkomitmen penuh pada proyek Como. Terlebih lagi, mantan gelandang internasional Spanyol itu berstatus sebagai pemegang saham sekaligus pemilik sebagian klub sejak bergabung sebagai pemain pada 2022.

"Saya melihat sebuah proyek dan peluang, tidak hanya untuk mengakhiri karier bermain, tetapi untuk mulai melakukan apa yang mulai saya cintai lebih dari sekadar bermain, yaitu melatih," jelasnya.

"Saya yang melakukan perekrutan pemain, saya adalah pemegang saham klub."

"Saya melihat proyek untuk mulai melatih, saya memiliki kontrak, and saya sangat tenang. Saya berada di tempat yang membantu saya berkembang dan saya sangat bahagia."

Dalam kesempatan tersebut, Fabregas menyebut Arsene Wenger sebagai manajer yang paling berpengaruh karena telah memberikan kepercayaan besar pada awal kariernya. Sementara itu, mantan bek Chelsea Glen Johnson secara terpisah sempat menyarankan The Blues untuk merekrut Fabregas sebagai suksesor Liam Rosenior di Stamford Bridge.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author